“Pribadi yang berbahagia itu adalah mereka yang ikhlas hati berkorban untuk keluarganya.” -Mas Redjo
Tanpa semangat pengorbanan dalam keluarga, hidup berumah tangga itu ibarat sayur tanpa garam, kehilangan rasa dan tidak enak!
Saya terinspirasi dan termotivasi dengan pengorbanan Yesus yang rela menanggung derita dan wafat disalib bagi sahabat-sahabat-Nya, yaitu semua orang yang percaya dan mentaati perintah-Nya (Yoh 15: 13-14).
Bagi saya pribadi, berkorban ikhlas hati untuk keluarga adalah fondasi yang kokoh untuk membangun hidup berumah tangga; sekaligus wujud tertinggi dari ketulusan dan ungkapan kasih demi kebahagiaan keluarga.
Perjuangan dan pengorbanan itu satu paket kesatuan yang kokoh dan tulus untuk mewujudkan rumah tangga yang damai sejahtera dan bahagia.
Perjuangan tanpa keikhlasan untuk berkorban itu dipastikan hasilnya jauh dari harapan. Bahkan dapat diibaratkan sayuran tanpa garam: hambar, dingin, dan tidak enak. Bahkan membebani pikiran, dan mudah timbul konflik.
Semangat berkorban ikhlas hati itu tidak hanya meringankan pikiran, tapi juga melancarkan rezeki. Semangat itulah yang hendaknya diwariskan ke anak cucu agar mereka jadi pribadi yang sungguh beriman, tangguh dalam menghadapi tantangan zaman, dan mandiri.
Jadilah pejuang yang tangguh dan rendah hati!
Mas Redjo

