Oleh : Jlitheng
| Red-Joss.com | Jon, waktu layanmu sudah tiba. Apa pun pilihanmu, “Kamu sekarang Abdi Gereja.” Genggam A.P.I.K mu. Simpan dalam hape (hati pribadimu). Semoga hari-harimu penuh berkat dan semua pelayananmu menjadi berkat bagi umat yang kamu layani.
Sebagai penutup, saya share ‘Sari Homili Minggu pagi kemarin’, yang short – simple but super, berupa ajakan: “Marilah menjadi manusia biasa, seperti Yesus”.
Menjadi manusia yang siap melegakan siapa saja (Mat 11:28) yang kamu layani. Asumsinya, kamu sudah mempunyai atau telah siap menabung kelegaan untuk dibagikan pada waktunya.
Maka, tetap sejuk di tempat panas, tetap manis di saat pahit, tetap merasa kecil meski telah menjadi besar, tetap tenang saat badai menggelora sekalipun.
Pantang yang harus kamu jalani sepanjang pengabdianmu: jangan pernah menjadikan kekurangan umat sebagai bahan olok-olok, sebab jika hal itu kamu lakukan, semua pintu keteduhan akan ditutup.
Sebaliknya, jalani semua tugasmu dengan niat menjadi “the voice of God’s mercy.”
Jadikan Amsal 3:6 sebagai pelita jiwamu: “Ketika kita tunduk pada hikmat Tuhan dalam segala jalan, Dia akan mengarahkan dan membimbing kita.”
Again, don’t forget A.P.I.K.mu.
Selamat berbakti untuk gereja.
Jlitheng
foto ilustrasi : istimewa

