Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
[Red-Joss.com] Apa yang dipercayakan Tuhan kepada kita dan harus dijaga dengan baik? Banyak, salah satunya adalah Baptisan yang setiap tahun kita perbaharui. Tujuannya, supaya kita fokus pada perjalanan iman. Jika tidak diingatkan, biasanya kita mudah lupa, karena kita tidak membuat skala prioritas dalam hidup beriman.
Langkah-langkah jitu untuk membantu kita dalam mengenali hidup kita. Urutannya demikian, dibuat dalam bentuk lingkaran. Mulai dari lingkaran paling luar ke dalam: “Face, facts, feeling, fear, faith.” Ini bisa disebut juga sebagai ‘prinsip 5F’.
‘Face’: Apa yang dilihat di sekitar kita? Banyak hal, banyak orang tengah beraktivitas. Di antara mereka, ada yang berhubungan dengan kita. Alasan berhubungan juga macam-macam: pekerjaan, pelayanan, tanggung-jawab, atau bisnis. Tapi ada juga yang tidak berhubungan dengan kita. Karena berpapasan di jalan, duduk bersebelahan di kereta atau bis. Yang jelas, banyak hal yang kita lihat.
‘Facts’: banyak hal yang terjadi pada kita. Hal yang nyata: apa reaksi kita dengan yang dilihat, pikirkan, maupun yang kita rasakan itu. Hal yang dekat dan melekat dengan kita. Sehingga kita makin mengenal hal-hal itu secara baik, sehinggs kita semakin mengenal tentang diri sendiri.
‘Feeling’: Masuk lebih dalam ke diri kita. Tiap hari ada berapa banyak perasaan yang kita rasakan dan gumuli. Tapi yang jelas dan pasti ada perasaan yang lebih dominan dan terus-menerus dirasakan. Pertanyaannya, apakah kita dikendalikan oleh perasaan itu atau kita yang mengendalikannya? Apa hasilnya? Kita semakin baik dan bahagia atau kian buruk dan tidak bahagia. Alangkah bijak, jika kita yang mengenal perasaan itu berusaha untuk berkomunikasi dan mengelola perasaan itu dengan baik.
‘Fear’: Semua orang memiliki rasa takut. Tapi takut oleh apa dan karena apa? Yang harus diketahui adalah yang paling dominan. Kita mampu mengendalikan atau kita yang dijerat oleh ketakutan itu. Yang harus dihindari adalah agar rasa takut itu tidak menguasai kita sehingga kita jadi tidak berdaya.
‘Faith’: Ini sumber kekuatan kita. Bagaimana? Sudah kuatkah pondasinya? Dari sinilah sebagai orang beriman, kita memandang kehidupan ini. Jika memang harus diperbaharui, ya, kita perbaharui lagi. Jika harus dilahirkan secara baru, lakukanlah.
Coba baca Injil tentang Nikodemus dan Yesus yang sedang berdiskusi tentang ‘lahir baru’. Bagaimana dengan iman kita, cukup kuatkah? Atau sedang goyah? Apa langkah pertama yang harus kita lakukan? Kelahiran Baru! Mintalah kepada Roh Kudus untuk memperbaharui iman kita. Minta tuntunnya setiap hari agar hidup kita berlimpah sukacita.
Rm. Petrus Santoso SCJ

