RedJoss.com – Siapa berani memastikan, bahwa “rambut beruban itu tanda seorang semakin bijaksana, karena telah meninggalkan dunia hitam…?”
Tidak seorangpun berani memberi jaminan, apalagi memastikan hal itu.
Orang menjadi bijaksana itu bukannya didasari bilangan umur atau rambut yang memutih.
Buktinya, banyak orang yang semakin menua bukannya sadar diri, tapi semakin menjadi-jadi. Tua-tua keladi, istilahnya. Dan lupa diri.
Tidak aneh, dan kita juga tidak perlu heran, karena banyak faktor yang mempengaruhi orang itu berubah dan melakukan perbuatan yang tidak berkenan di hati.
Salah satu faktornya, adalah kita ini mudah gamangan, termehek-mehek, tidak berani dan tidak siap untuk menerima kenyataan menjadi tua.
Padahal menua itu proses alami yang harus diterima dengan kebesaran hati untuk disyukuri.
Ketika kita tidak menyiapkan mental untuk menghadapi pensiun atau usia yang menua, kita bakal kaget. Tidak sedikit yang terserang post power syndrome, dan menjadi stress.
Faktanya, karena semakin banyak orang yang tidak siap menjadi tua dan tidak berani menghadapi kenyataan hidup itu.
Usia menua itu tidak jaminan seorang menjadi sadar diri, karena ada juga orang yang dari mudanya berperilaku suloyo. Karakter buruk itu telah mengakar daging dan sulit diperbaiki.
Orang yang tidak mau menyadari usia tua itu, umumnya cenderung ingin dihormati, sok hebat, dan mau menangnya sendiri.
Ia lupa diri, bahwa kemampuannya semakin menurun dan tenaganya melemah. Bahkan ia kalah bersaing, jika dibandingkan dengan orang muda.
Pengakuan diri itu penting, tapi tidak serta merta untuk dipamerkan dan disombongkan.
Seorang menjadi tua itu tidak menjamin ia menjadi bijak, karena bijak itu pilihan. Begitu pula, ada orang muda yang menjadi bijak, ketika ia berani memilih untuk menanggapi anugerah Allah.
Masa tua itu akan semakin indah, ketika disyukuri untuk berbagi dan pengembangan pribadi.
Caranya, kita menikmati usia tua dengan bekerja dan berkarya agar kita tetap sehat dan tidak cepat pikun.
Aktivitas yang bermanfaat untuk sesama membuat hidup kita semakin bermakna. Kita menjadi
kepanjangan berkat Tuhan. (MR)
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

