“Care with no reason, love with no expectations.“
Cinta orangtua itu tanpa batas dan ‘pituwas’ seperti kisah nyata berikut ini:
Pulang dari Gianyar, jalanan macet parah, karena banjir. Tiba-tiba hp berdering, ternyata dari kakak yang mengabarkan putranya meninggal.
Ingatan saya kembali ke 30 tahun silam, ketika kakak menelepon mengabarkan, bahwa putranya (bayi 1 th) masuk ICU koma di Lombok. Ada peradangan otak, sehingga hanya bertahan, karena bantuan peralatan.
Pilihan yang sulit, mencabut peralatan berarti anak meninggal, tapi masalah selesai. Jika bertahan, kemungkinan, kalau sembuh pun cacat. Akhirnya pilihan kedua yang diambil dan benar sejak itu, 30 tahun anak itu hanya bergolek seperti bayi. Tidak bisa apa-apa, hingga usia 31. Nama anak itu Heribertus.
Luar biasa, ia dirawat dengan penuh kasih seperti bayi sampai usia 31 tahun. Mungkin Tuhan menganggap sudah cukup, dan memanggil anak itu pulang. RIP Heribertus.
Salam sehat.
…
Jlitheng

