RedJoss.com – Boleh dipercaya atau tidaknya sebuah mitos itu sepenuhnya bergantung pada kita sendiri.
Seperti yang saya alami Selasa pagi ini. Menurut mitos, hari Selasa itu berarti “selo-selone manungso”. Saat-saat sepinya manusia. Kelemahan manusia. Kita disarankan untuk tidak bepergian jauh atau melakulan aktivitas kerja ke luar rumah.
Saya jadi teringat kisah seorang sopir di kantor, yang merangkap sebagai sopir pribadi bos. Ia dikenal sebagai Pak N, dan selalu minta libur hari Selasa, untuk menggantikan hari Minggu.
Saya memperoleh otak atik gathuk tentang hari Selasa itu juga dari Pak N. Apakah percaya?
Oo, saya ainul yakin, percaya pada Tuhan. Baik buruknya hidup seorang itu sepenuhnya ditentukan pada laku dan kepribadian orang itu sendiri. Hidup yang dinafasi “eling lan waspada” itu membuat kita jauh dari rasa ketakutan yang tidak pasti. Apapun mitosnya, saya sangat menyukai dan menghargai nilai-nilai kebaikan.
Begitu pula yang saya alami di suatu bank hari Selasa pagi.
Peraturan baru, buku tabungan saya yang habis tidak bisa diganti di tempat teller, tapi di counter khusus untuk ngeprint buku. Gegara komputer tengah eror, oleh karyawan, saya diantarke CS yang kosong untuk dilayani.
Keanehan mulai terjadi, maaf, saya sebut aneh, setelah saya memencet angka pin sandi di mesin edc, saya diminta untuk menyebutkan tempat tanggal lahir, nama Ibu kandung. CS itu menulis di formulir untuk saya tanda tangani, lalu pencet angka pin lagi untuk yang kedua kali.
Ketika saya diminta untuk pencet angka pin yang ke 4 kalinya, saya pandangi CS itu sambil tersenyum, tanpa emosi, atau perasaan kheki. Barangkali CS itu karyawati baru, dan belum kenal dengan saya. Ia menjalankan peraturan baku, tapi kaku, dan kurang berkualitas.
Buku tabungan baru saya terima.
“Maaf, Mbak. Sekiranya mbak meragukan penampilan nasabah, lebih bijak mbak minta tolong pada nasabah untuk melihat ktp, kartu atm, atau melihat foto wajah yang ada di data nasabah. Pelayanan lebih praktis, cepat, dan efisien. Terima kasih,” kata saya sambil berdiri.
Mbak CS itu melongo. Mukanya memerah.
Saya membuka masker, lalu menutupnya kembali.
Hari Selasa mengajari saya untuk menjadi pribadi yang sabar dan rendah hati. (MR)
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

