| Red-Joss.com | Kita tentu mengharapkan sekali agar doa-doa kita segera dijawab dan dikabulkan-Nya.
Ketika doa itu tidak dijawab, ada di antara kita yang ngambek, marah, protes, dan bahkan ada yang tidak mau berdoa lagi.
Karena kecewa berat pada Tuhan, ada juga di antara kita lalu bercerita kepada yang lain. Malas, tidak mau berdoa lagi pada Tuhan, apalagi meminta. Semua tak ada gunanya, dan hanya membuang waktu.
Padahal pesan Tuhan dalam Injil hari ini sangat kongkrit. Dimulai dengan kata ‘mintalah’, lalu, ‘carilah’ dan terakhir ‘ketuklah’.
Dalam doa tahapnya demikian, “Rumuskan isi doamu. Jangan terlalu melebar dan bertele-tele.”
Fokus pada hal yang dibutuhkan, mendesak, dan penting. Maka ada kalimat yg mengatakan, “when you need, God knows.”
Tahap berikutnya, “Carilah wajah Tuhan, rasakan betul kehadiran-Nya dihadapan kita.” Jangan asal duduk berdoa dalam kekosongan. Saat mulai berdoa, sekali lagi rasakan kehadiran-Nya. Ada rumusan kata yang indah, “When you ask, God answers”.
Ada dialog, ada komunikasi, dan intimasi kita dengan diri-Nya. Indah sekali. Kita ngobrol akrab, seperti Bapak dan anak.
Lalu tahap terakhir, “Ketuklah hati-Nya. Buat Tuhan tersenyum, jatuh hati, dan tergerak dengan belas kasih-Nya. Buat hati Tuhan hanya untuk kita saat itu.”
Pada saat itu hanya ada satu yang ada dalam pikiran dan hati kita, yaitu “percaya kepada kuasa Tuhan 100%.” Maka ungkapan kata yang indah, “When you believe, God works.”
Jangan lagi mengatur-ngatur dan mendikte Tuhan. Kita mengerjakan bagian kita, dan sekarang Dia akan menyempurnakannya.
Pasti! Yang akan Tuhan berikan kepada kita adalah yang terbaik. Karena kita meminta yang terbaik! Kita sabar menunggu dalam iman. Jangan punyai sumbu yang pendek, mudah ngambek, marah dan protes.
Kita adalah orang beriman. Kita percaya, Tuhan itu baik. Rencana Tuhan selalu indah pada waktu-Nya.
“Jangan berhenti meminta, mencari, dan mengetuk.”
Tetap semangat dalam pengharapan. Ketika doa itu terwujud, jangan lupa bersyukur, berterima kasih kepada Tuhan, dan berbagi pada sesama.
Tuhan sungguh baik!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

