Oleh : Mas Redjo
[Red-Joss.com] Bersyukur itu mantra sederhana, tapi dahsyat pengaruhnya. Bahkan orang yang mudah bersyukur itu mampu membuka pintu anugerah Allah. Rezekinya mujur. Hidupnya damai dan sejahtera. Sebaliknya orang yang sulit bersyukur membuat beban hidup ini makin berat dan mudah jatuh tersungkur.
Bersyukur, selalu bersyukur apa pun peristiwa yang terjadi itu harus dijalani dan dinikmati dengan segala konsekuensi. Bersyukur sebagai nafas dan kekuatan orang beriman.
Apa pun peristiwanya, suka-duka, atau bahkan yang tragis sekalipun, hal itu tidak seharusnya ditolak, diprotes, dan disesali. Karena hal itu membuat kita terluka sendiri dan sakit hati.
Sebaliknya hati yang selalu mudah bersyukur, membuat kita menjadi pribadi yang tabah, tegar, dan sabar. Dengan bersyukur pula kita dapat belajar melihat hikmat Allah. Ada apa di balik peristiwa ini?
โSelalu bersyukur: Puji Tuhan!โ Adalah ungkapan iman saya untuk berani menerima, menjalani, dan menikmati seberat dan sesulit apa pun peristiwa hidup ini.
Bersyukur, itu membuat hati saya mudah terhibur dan tentram.
Bagimana tidak. Ketika banyak teman sesama umkm mengeluh tentang usaha yang kian merosot, saya menanggapi semua itu dengan santai.
โPuji Tuhan, cukup untuk penuhi kebutuhan keluarga dan bayar gaji karyawan.โ
Silakan orang lain menebar aura negatif, tapi jangan terpengaruh.
Kita harus berpikir positif untuk tidak mengeluh dan racuni diri. Kita melihat hikmah Allah dan masa depan yang lebih baik.
Bisa jadi usaha merosot, karena sedang krisis ekonomi, energi, dan krisis pembeli. Daripada menganggur, banyak orang berjualan, karena dianggap mudah.
Bisa jadi pula kita tertipu dan usaha merugi, karena sembrono, silau mengejar keuntungan besar, dan terbius kata-kata manis pelanggan baru.
Dengan bersyukur dan mendekatkan diri pada Allah, kita membuka mata hati untuk mencari solusi. Kita merenung untuk belajar, menganalisa, dan mengantisipasi situasi yang mungkin terjadi.
Dengan bersyukur, kita perbarui diri untuk berinovasi, berkreasi, dan membuat terobosan baru. Bahkan kita berani membuka usaha baru untuk menjawab tantangan zaman.
Selalu bersyukur, karena kita berani berubah untuk menjadi pembaharu. Semangat optimistis menyongsong masa depan yang cerah dan gilang gemilang.
Puji Tuhan.
Mas Redjo

