| Red-Jos.com | Sesungguhnya, jalan salib Yesus ke Golgota itu mengajar kita untuk jadi pribadi yang murah hati, tahan uji, sabar, tabah, dan rendah hati.
Murah hati, sesungguhnya jalan salib itu potret kemahamurahan hati Yesus yang rela korbankan diri untuk menebus dosa manusia. Teladan-Nya hendaknya diikuti oleh mereka yang percaya dan mengimani-Nya agar mempunyai semangat peduli, berbagi, dan rela berkorban pada sesama tanpa pamrih.
Intinya, kita mengasihi sesama tanpa pandang bulu. Hati yang didasari semangat pengorbanan untuk menghadirkan wajah Yesus dalam pelayanan. Semangat untuk mengasihi sesama dengan tulus ikhlas.
Tahan uji, sesungguhnya kita diajak untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan dan persoalan hidup. Ketika Yesus memanggul salib ke Golgota, IA jatuh hingga 3 kali. Tapi semangat pengorbanan-Nya yang membara untuk taat dan setia kepada Allah, membuat IA bangkit kembali untuk menyelesaikan tugas itu, dan mewujudkan rencana Allah.
Begitu pula kita. Ketika gagal dan jatuh terpuruk, kita mestinya termotivasi untuk bangkit lagi guna menata hidup ini. Kita diajak refleksi diri, membuka pikiran dan hati ini untuk menelusuri sebab kegagalan dan keterpurukan itu. Untuk berbenah, menata hidup ini dan memperbaikinya. Kita diajak melihat hikmat dari peristiwa itu dengan sujud dan berserah pasrah kepada Allah.
Sesungguhnya, kita bangkit untuk mengalahkan ketakutan sendiri. Kita termotivasi untuk menyalakan api pengharapan itu. Kita percaya, bahwa Allah tengah menyiapkan rencana yang terindah untuk kita, dan IA selalu memberikan yang terbaik.
Sabar, sesungguhnya apa pun tempaan hidup ini, kita diuji untuk jadi pribadi yang sabar. Dalam menyikapi persoalan atau beban hidup ini kita diajak ‘sumarah’. Hidup ini anugerah Allah yang harus disyukuri dan dijalani dengan ikhlas.
Tabah, sesungguhnya, hidup yang tanpa disyukuri itu membuat kita jadi lemah. Kita mudah mengeluh, kecewa, membanding-bandingkan dengan orang lain, komplain, iri hati, dan seterusnya.
Padahal hidup ini anugerah Allah. Kesempatan untuk memberikan yang terbaik dari hidup ini kepada-Nya. Sehingga kita tidak ‘semau gue’ dalam menjalani ini. Tapi agar kita sadar diri untuk mengisinya dengan hal-hal baik dan positif agar hidup kita bermakna. Untuk setia pada Allah dan mengasihi sesama.
Rendah hati, sesungguhnya adalah semangat Yesus. Kendati dihina, dicemooh, dihujat, dan bahkan dikhianati, Yesus tetap mengasihi dan mendoakan mereka. Karena mereka amat berharga di hadirat Allah.
Sesungguhnya, denga percaya dan mengimani Yesus, kita diajak untuk mempraktekan teladan kasih-Nya dalam hidup keseharian. Kita menjadi pribadi yang murah hati, tahan uji, sabar, tabah, dan rendah hati.
Selalu mengandalkan Allah, karena sesungguhnya hasil capaian atau prestasi kita itu semua anugerah-Nya. Untuk selalu disyukuri agar hidup kita makin bermakna bagi sesama.
…
Mas Redjo
…
Foto ilustrasi: Istimewa

