“Hidup ini pancaran kasih Allah agar kita memahami rencana dan kehendak-Nya.” -Mas Redjo
…
“Sumangga Gusti,” adalah mantra sikap kerendahan hati, totalitas dari penyerahan dan kepasrahan hidup kita yang percaya dan mengimani-Nya.
Jujur, semula saya selalu bertanya pada diri sendiri, ketika menghadapi suatu masalah atau persoalan yang sulit itu untuk direfleksikan. Tapi, kini saya segera menyikapi dan belajar memahami masalah atau peristiwa itu dengan kebesaran jiwa.
Begitu pula dengan hal yang terjadi baru-baru ini, ketika tiba-tiba blog pribadi saya ‘ngilang’, lalu timbul tenggelam, hingga akhirnya sulit meng-upload tulisan sendiri. Meski saya telah bertanya ke beberapa teman yang ahli di bidangnya.
Saya tidak berprasangka buruk, hal itu dilakukan oleh orang yang tidak menyukai atau mengisengi saya. Tapi saya diarahkan oleh suara hati sendiri.
“Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu,” bisik hati saya lirih, karena termotivasi oleh teladan Ibu Maria, Bunda Tuhan.
Jika saya berkutat dengan blog itu berarti waktu dan energi ini bakal terbuang sia-sia. Lebih bijak saya melakukan hal lain yang penting, produktif, dan bermanfaat bagi sesama.
Melayani sesama itu panggilan hati agar hidup ini bermakna adalah solusi jitu untuk menyelesaikan apa pun masalah dan persoalan hidup ini. Memahami, karena kita melihat dan mendengar dengan hati.
Selalu ada solusi itu sumbernya dari sikap hidup yang didasari kerendahan hati, dan itu anugerah Allah!
“Matur sembah nuwun, Gusti.”
…
Mas Redjo

