“Orang baik mempunyai masa lalu, orang jahat mempunyai harapan.” -Rio, Scj
Tidak semua hari itu baik, tapi selalu ada hal baik setiap harinya. Pencapaian kita sekarang itu proses kita untuk jadi baik atau jadi buruk. Masa lalu kita itu bukti akuratnya. Orang baik mempunyai masa lalu, orang jahat mempunyai harapan, yang suam-suam kuku itu akan selalu ragu.
Kebaikan yang diikhlaskan kita taburkan, tapi penolakan, cacian dan hujatan malah kita dapatkan. Seolah yang jahat itu penuh keberuntungan, uang tidak habis tujuh turunan. Yang jujur itu malah hancur. Masihkah kebaikan itu relevan? Di saat kebaikan dibalas dengan penghianatan. Kebaikan dibalas dengan kejahatan, penipuan, dan kebaikan itu tidak dianggap sahabat dan teman. Seolah kebaikan itu tidak pernah menang.
Bila ukuran kebaikan adalah logika, yang ada itu kecewa. Sebaliknya bila ukuran kebaikan itu adalah keikhlasan, buahnya sukacita dan kegembiraan. Kebaikan tetap relevan, bila bersama dan di dalam Tuhan. Tetaplah berbuat baik dan jadi orang baik.
Orang jahat mempunyai pengharapan. Bila saat ini hidup kita tidak baik-baik saja, dan hati ini jadi jahat, ingatlah pesan sederhana ini: “God give us a second chance” – Tuhan selalu memberi kesempatan, peluang, untuk kita jadi lebih baik. Tangan-Nya menyambut semua yang mau datang dengan penyesalan dan pertobatan. Kasih Tuhan lebih besar dari dosa, kesalahan dan kerapuhan.
“You are the special one.”
Deo gratias.
…
Rm RP Rio, Scj

