Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Setiap makhluk memiliki pra-syarat untuk hidup. Burung memerlukan udara untuk terbang. Ikan memerlukan air untuk berenang. Pohon memerlukan tanah untuk berakar. Manusia memerlukan pengharapan untuk hidup, tanpa pengharapan ia tidak bisa bertahan hidup.”
(Andar Ismail / Selamat Bergumul)
…
Mengharapan itu Menghidupkan Manusia
Mungkin kita masih ingat dengan kisah seorang penumpang kapal yang dapat bertahan hidup hanya dengan berpegang pada sekeping papan di saat sebuah kapal karam?
Apa rahasia kekuatannya sampai ia masih bertahan hidup, walau tidak sempat makan dan minum selama beberapa hari?
Jawabannya ialah, karena dia memiliki sekeping pengharapan!
Manusia Mutlak Memiliki Pengharapan
Pengharapan adalah pra-syarat yang membuat kita hidup. Tanpa makan, pelaut yang kapalnya karam itu bisa bertahan hidup beberapa hari. Tanpa minum, ia bisa bertahan beberapa jam. Namun, tanpa harapan ia hanya akan bertahan beberapa menit. Begitu ia putus asa, ia akan melepas papan itu, lalu mati tenggelam. Yang membuat orang bisa bertahan hidup adalah pengharapan, demikian Andar Ismail dalam buku berjudul Selamat Bergumul.
Ternyata syaratnya adalah mempunyai pengharapan, maka kita akan tetap hidup. Dalam konteks ini, di sini letak perbedaan mendasar antara manusia dan hewan.
Ternyata hanya manusia itu makhluk yang berpengharapan, sedangkan hewan tidak. Maka, manusia dapat kehilangan harapan. Sedangkan hewan tidak bisa kehilangan harapan, karena ia tak memiliki harapan. Itu sebabnya tak seekor hewan yang berniat membunuh diri, bukan?
Saya mulai menyadari dan terperanjat dari permenungan, setelah saya sungguh sadar akan pentingnya keberadaan sekeping pengharapan di dalam dada batin seorang anak manusia.
Pertanyaan kritis retoris
Dari mana datangnya sekeping pengharapan di dalam dada manusia?
Mengapa sekeping pengharapan itu justru jadi dasar kekuatan bagi seorang manusia?
Sesungguhnya kita diajak untuk menyadari dan memelihara sekeping pengharapan yang bercokol di dalam dada ini.
Hidup ini merupakan bukti, bahwa kita adalah makhluk yang memiliki sekeping pengharapan.
Semoga kita tetap setia untuk menyimpan dan menjaga hangatnya bara api iman, harapan, serta kasih!
…
Kediri,ย 7ย Juliย 2024

