Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Sekeping cermin akan mengatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya, siapakah kamu.”
(Didaktika Hidup Jujur)
Cermin Pemantul nan Ajaib
Sekeping cermin adalah sarana pemantul yang sangat sempurna. Ia tidak pernah mau berbohong kepada kita. Ia dengan tegas memantulkan sekeping wajah ini apa adanya, seikhlas dan setulus-tulusnya. Ia memang tidak pernah sudi untuk berkamuflase.
Cermin, Gambaran Diri
Ini sebuah kesaksian dari seorang sahabat di saat dia mengunjungi rumah seorang sahabat mudanya. Kesaksiannya ini yang baginya juga tidak lazim.
Di setiap ruangan, mulai dari ruang tamu dan bahkan hingga ke kamar mandi pun ditempatkannya sekeping cermin. Sambil menyaksikan semua itu, hati pun bertanya, “Apakah tujuan dari semuanya?”
Sambil kita bersantap siang, sesaat kita memandang wajah sendiri, apa yang kita saksikan? Atau sambil meneguk secangkir kopi hangat, bagaimana ekspresi wajah kita saat itu? Apa yang akan disaksikan, ketika kita sedang marah dan menggerutu? Bukankah kita telah seia dan sekata, bahwa sekeping cermin itu justru tidak sudi untuk berbohong?
Sebuah Quote
(1500 Cerita Bermakna)
Sebuah pertanyaan bernada retoris, “Di saat kita memandang rupa lewat sekeping cermin, apa yang terjadi? Apakah kita tercengang? Kaget? Ataukah merasa kecewa? Semua hal itu, tentu bergantung dari sikap penerimaan, kejujuran, dan keikhlasan hati kita, bukan?”
Mari kita kembali kepada esensi dasar, bahwa sesungguhnya, bukankah sekeping cermin itu memang tidak pernah berbohong?
Sekeping cermin secara psikologis dan filosofis telah mengajarkan kita tentang sebuah sikap, ialah ‘kejujuran sejati’. Sesuatu yang memang tidak gampang untuk dipraktikan dalam ruang hidup kita. Maka, sesungguhnya, sekeping cermin itu justru mau mengajarkan bahwa “betapa agungnya sikap kejujuran itu.”
Katakan Sejujurnya:
Ya ataukah Tidak!
Sang kebijaksanaan telah mengajarkan kita, bahwa “Katakan ya, jika itu memang ya. Katakan tidak, jika itu memang tidak. Karena selebihnya, justru berasal dari si Iblis.”
Refleksi
Semoga setelah Anda puas bercermin diri, maka sudilah untuk bersikap sejujur-jujurnya kepada: Tuhanmu, sesamamu, dan dirimu sendiri!
“Nosce te Ipsum”
(Kenalilah dirimu sendiri)
Karena memang sekeping cermin tidak pernah berbohong!
Kediri, 29 Oktober 2025

