| Red-Joss.com | Sesungguhnya hidup ini ‘sawang-sinawang’, ketika kita melihat sesama dengan kacamata sendiri.
Coba lepaskan prasangka dari pikiran ini agar kita mampu melihat dengan hati yang jernih untuk memahami makna hidup sejati.
Memang tidak mudah melepas prasangka dari pikiran ini. Karena yang mudah itu kita tidak mencoba, malas, dan tidak melakukannya.
Tapi, dengan melepas prasangka, kita belajar untuk melihat setiap insani tanpa tendensi, tapi sesuai fakta dan aslinya.
Dengan melepas prasangka, kita memerdekakan hati ini dari rasa curiga, iri benci, sinisme, dan pikiran negatif lainnya.
Dengan melepas prasangka pula, kita melepas balok di mata sendiri. Tujuannya agar kita tidak mudah komentar dan nyinyir terhadap segala aktivitas sesama.
Karena sesungguhnya sesama manusia itu diciptakan Allah baik adanya.
Ketika memahami, bahwa ciptaan Allah itu baik, kita tidak seharusnya mudah reaktif terhadap peristiwa atau hal yang tidak berkenan di hati. Tapi menyikapinya secara bijaksana.
Caranya adalah peristiwa atau hal negatif itu tidak disimpan di pikiran agar tidak jadi sampah yang racuni hati. Kita juga tidak menyebarkan ke medsos, karena meracuni orang lain. Tapi cukup berhenti pada kita, dan mohon pada Allah agar kita tidak mencontoh dan melakukan hal negatif itu. Juga, semoga orang itu disadarkan dari kekeliruannya dan diampuni dosanya.
Ketika tidak berprasangka dan tendensi pada orang lain, hidup kita jadi tenang dan damai. Kita mudah bergaul dan menjalin hubungan baik dengan sesama.
Hidup bahagia tanpa prasangka.
…
Mas Redjo

