“Melepas prasangka agar kita fokus pada visi dan misi perutusan. Hidup bermakna hingga akhir.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Tidak mudah memang, tapi berbuat baik itu harus dilatih, dihidupi, dan mohon rahmat Tuhan agar iman kita makin diteguhkan. Hidup bermakna untuk taat dan setia pada-Nya.
Kita ingat firman-Nya, ketika Tuhan mendirikan jemaat-Nya di atas karang Petrus dan alam maut tidak akan menguasainya (Matius 16: 18-19).
Firman-Nya itu tidak hanya meneguhkan dan menguatkan, tapi, juga mematerai jiwa ini agar kita komitmen, konsekuen, dan setia untuk bersaksi. Karena kita dipilih dan diutus Tuhan Yesus untuk mewartakan Kabar Gembira hingga ke ujung dunia.
Kunci untuk taat dan setia pada Tuhan adalah, “Apa pun yang kita perbuat, hendaknya sepenuh hati untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kolese 3: 23). Hidup untuk menghadirkan wajah kasih-Nya dalam keseharian, baik lewat pikiran, perkataaan, dan perilaku.
Dengan fokus untuk melayani dan mengabdi Tuhan agar niat dan motivasi kita dimurnikan. Kita tidak sensian dan baperan, tapi hidup untuk makin baik dan rendah hati.
Semangat kerendahan hati itu yang harus kita teladani dari Ibu Maria, Bunda Tuhan Yesus, dan teladan hidup beriman. Sekaligus jadi inspirasi kita untuk menghayati tugas perutusan sebagai umat Tuhan dalam peziarahan di dunia ini. Khususnya dalam menghadapi tantangan zaman yang makin sulit dan berat.
Seia-sekata, karena sehati. Dengan membiasakan diri untuk berpikir, berbicara, dan berperilaku baik, kita menuntaskan tugas perutusan itu atas dasar kasih, yakni kasih Tuhan Yesus yang disalib untuk menebus dan menyelamatkan kita.
Taat dan setia pada kehendak Tuhan, karena kita telah dimaterai hidup kekal sebagai anak-anak-Nya!
…
Mas Redjo

