| Red-Joss.com | Ternyata sharing dengan sepupuku itu berlanjut, tapi lewat WA:
“Om, Romo di Paroki saya itu suka memakai kalung yang ada tulisan ‘sint unum.’ Artinya apa, Om?”
“Kepo tapi bagus,” batinku.
“Kata ‘sint umum’ (semoga bersatu) itu milik SCJ. Kalau CICM ‘cor unum et anima una’ yang artinya (sehati sejiwa). Semacam ikatan batin yang menuntun setiap pengikut CICM atau SCJ makin memancarkan wajah Kristus dalam hidup harian mereka, sebagai bagian tak terpisah dengan Gereja. Mereka sebut sebagai spiritualitas.”
“Jadi ada roh yang menjaga keberadaan CICM itu agar selalu mempunyai relasi yang benar dengan Allah, sesama, dan ciptaan yang lain. Gitu kan Om?” timpal sepupuku itu.
“Wah, mantap,” pujiku. “Jauh dari zaman kita yang makin kisruh ini, nabi Amos (5,4) sudah menerangkan, bahwa akar dari kehampaan hidup manusia, karena memalingkan hidupnya dari Allah, sumber hidup sejati.”
Berpaling pada ego, nama diri, wah, merasa berkuasa, bisa menentukan masa depan orang lain. Kekeh ingin menuliskan kisah dengan tinta emas untuk diri sendiri. Jadinya ya, jauh dengan spirit ‘Theo – phillos’, Pencinta Tuhan.
“Kalau begitu… apa kata dunia ya, Om.”
“Ho oh,” jawabku.
Salam sehat dan tetap cor unum et anima una.
…
Jlitheng

