“Serapi-rapinya menyembunyikan aib, lebih rapi jali itu orang yang rendah hati.” -Mas Redjo
…
Tidak harus berklamuflase, pura-pura, atau ditutup-tutupi. Karena berani berterus terang dan jujur itu hebat. Hati ini juga tiada ganjalan dan beban, kecuali damai dan bahagia.
Tiada guna menyembunyikan aib. Apalagi perbuatan curang yang merugikan banyak orang. Karena cepat atau lambat bau busuk itu akan tercium. Perbuatan buruk itu bakal terbuka, terbongkar, dan cemar.
Aib yang disimpan itu juga tidak hilang atau sirna. Sebaliknya makin mengendap, berkuman, dan jadi penyakit. Jika tidak segera diobati bakal mematikan jiwa.
Alangkah bijak, berani berbuat itu berani bertanggung jawab pula. Kita harus berjiwa besar dan berani berdamai dengan diri sendiri untuk meminta maaf serta perbaiki diri.
Berbeda dengan orang yang rendah hati. Tidak senang berpura-pura atau kamuflase. Tapi tampil bersahaja, jujur, dan tulus.
Orang yang rendah hati dan berjiwa besar itu juga berani meminta maaf, meski tidak bersalah. Karena ia jaga diri dan tidak mau mengecewakan, apalagi menyinggung serta melukai hati orang lain.
Pribadi yang rendah hati itu pandai membawa diri dan beradaptasi. Sehingga tidak heran, kehadirannya selalu dinanti dan dirindukan banyak orang, karena membawa sukacita.
Rendah hati untuk jadi garam dan terang dunia!
…
Mas Redjo

