Simply da Flores
1.
Perkelahian Kata dan Fakta
Aneka bencana terus terjadi
menimpa nasib pewaris negeri
Harta benda porak poranda
juga berguguran korban nyawa
Entah di hutan, kampung dan kota
Hutan rakyat dibabat dan digunduli
katanya demi pembangunan negeri
dan menjamin kesejahteraan generasi
Alam bereaksi musim berganti
banyak bencana terus terjadi
Solusinya kata-kata argumentasi
Kasus penggusuran para penghuni
masyarakat adat pewaris sejati
tak digubris dan menguap pergi
Proyek tambang menguras isi bumi
para pewarisnya miskin merana mati
Kasus masyarakat melawan negara
selalu panjang kisah ceritanya
Biasanya hanya jadi berita sekilas
lalu penyelesaiannya tak jelas
Semua demi pembangunan bangsa
Ibu Pertiwi terus merintih lara
2.
Ketika Alam Bicara
Daun-daun bicara
ketika suara rakyat bungkam tertindas
oleh kerakusan dan ketidakadilan
Darah dan jasad bersuara
ketika harkat martabat diinjak-injak Ketamakan
dan korupsi menjadi jawaban kebanggaan
Debu tanah dan daun kayu kering bicara
mencari pemimpin dan raja bijaksana
tanpa kendaraan mewah dan tahta berdarah
Pemimpin untuk mengabdi dan melayani rakyat
Bukan jadi pengisap darah dan penjajah
Jasad, harkat adat budaya bersuara
merintih menantikan Sang Ratu bijaksana
yang menegakkan hukum menjamin hak rakyat
Abdi negara yang bicara dan bertindak jujur
karena taat sumpah jabatan dan amalkan imannya
Obati Ibu Pertiwi yang lara
Wahai Raja Bijaksana
hadirlah di tanah air ini
dengarlah suara debu tanah dan daun kayu kering
Wahai Ratu Adil
datanglah untuk negara dan bangsa kami
Jawablah teriakan darah dan jasad pewaris negeri
yang dipangku nestapa Ibu Pertiwi
3.
Kidung Ratapan Bergema
Deru debu siang malam bergelora
berjibaku dengan semburan asap kendaraan
Dari tengah kota metropolitan
hingga ke kampung pedesaan
serta lokasi proyek tambang dan perkebunan
Kidung alam sayup dan bergema
meski sering diabaikan penguasa
Angin merekam ratapan anak negeri
entah karena di-PHK atau pengangguran
entah karena tak ada lowongan
entah miskin dan gelandangan
entah tergusur dari kampung halaman
Nasib rakyat kecil kebingungan
entah ke mana mencari keadilan
Perjuangan direkam debur ombak lautan
Harapan dipeluk pasir pantai
Siang malam menanti keajaiban
Darah dan air mata ditampung samudra
Ratapan lara derita nestapa dipotret angkasa
Mungkin ada solusi sehabis badai dan hujan deras
ketika longsor dan banjir membuas
membersihkan sampah keserakahan zaman

