Simply da Flores
1.
Catatan Ziarah Kelana
Sepasang kaki telah mengukir sejarah seribu jejak kelana
Sepasang mata telah melihat hamparan fakta
Sepasang telinga sudah mendengar kisah cerita
Sepasang lorong hidung
telah alirkan energi semesta
Pada belantara rambut
taburan cahaya mentari dan bisikan gulita disimpan
Pada guratan pesona wajah
makna samudra dan angkasa bersemi
Pada mulut dan lidah
tak cukup kata dan angka diucapkan
tentang rasa, nalar, hati, sanubari
Ziarah kelana jiwa raga mengukir waktu
merajut untaian suka duka
menenun sosok wajah pribadi
sebagai apa dan siapa
2.
Dalam Ajaibnya Sosok Angin
Aku tak bisa berpaling
seperti terbawa dalam gelombang
Ada mantra alam semesta
yang jadi energi jiwa raga
membawa langkah ke mana saja
saat beraktivitas maupun tak berjaga
Wow… sungguh luar biasa
Aku tak bisa berdaya
tanpa angin yang bermantra
Aku diam terpaku malu
saat peduli memikirkan nafasku
ketika sadari pentingnya hakikat diriku
Padahal
segala kelana jiwa raga terjadi
jika nafas ragaku berfungsi
Angin udara masih memberi
Fakta anugerah Sang Ilahi
Aku membisu seribu bahasa
karena terlambat menyadari fakta
Keagungan kasih Sang Pencipta
yang disalurkan melalui alam semesta
yang kudapat dari sesama saudara
Dan
semuanya dialami jiwa ragaku
karena angin memberi nafasku
dengan udara setiap waktu
Selama ziarah kelana umurku
Aku terpesona pada mantra angin
yang jadi energi bagi kehidupan
Aku gentar diam pada udara
yang jadi tanda Sang Pencipta
agar jiwa ragaku terjadi dan ada
Angin adalah mantra semesta
udara adalah energi Ilahi
bagi hakikat jiwa raga pribadi

