Simply da Flores
1.
Manusia bergelora memperjuangkan HAM
dengan korupsi, polusi dan perang
Sedangkan
Hak Asasi Alam raya
tidak dipeduli, tetapi terus dikuras
Padahal manusia cuma unsur alam raya
dan tergantung mutlak hidupnya pada semesta
Angka dan kata jadi sejuta wajah
dalam kecanggihan teknologi digital
yang melayani tagihan nafsu segelintir individu milenial
Mungkin inilah Zaman Edan
manusia mengagungkan kata dan angka
selera jadi prinsip dan tujuan
Surga hidup abadi dijamin data digital
2.
Orang-orang sahaja melukis damba
Jutaan lilin dinyalakan dalam hening
untuk terangi ruang hati nurani insani
Sedangkan siang malam telah disulap teknologi digital
dan semakin dikuasi robot-robot keserakahan zaman
Orang-orang sederhana menulis rindu
pada kepulan aroma asap dupa dan wangi seribu bunga
agar bisa melerai polusi pikiran dan sanubari
Sedangkan janin bayi dan generasi muda terbius
dengan aneka konten sosmed pemuas selera
yang mencabut jiwa raga dari relasi kasih sayang sesama dan alam semesta
3.
Angkasa nyalakan kilatan petirnya
untuk menyadarkan kegalauan nalar pikiran
Langit turunkan gemuruh hujan
untuk membasuh kotornya keserakahan
Gempa dan longsor mengguncang sanubari
Aneka wabah penyakit merenggut nyawa
agar insan kembali pada jati dirinya
Apakah manusia masih memerlukan alam semesta?
Mentari kobarkan panas cahaya
terangi kegelapan jiwa raga
yang dikuasai hawa nafsu serakah
Angin badai puting beliung
hadirkan musim pancaroba menata ulang kewarasan jiwa raga manusia
yang sengaja lupa pada alam semesta
Apalagi kepada Sang Raja alam raya
4.
Zaman terus berdinamika kreasi
diciptakan aneka lapar haus insani
Entah dengan selera nafsunya
entah dengan waras cerdas nalarnya
entah dengan sujud nurani jiwanya
Karena setiap pribadi diberi merdeka
untuk berkelana di tengah dunia
memilih jadi apa dan siapa
Hakikatnya ada hukum alam semesta
manusia hanya unsur dari jagat raya
yang bergantung mutlak demi hidupnya
Namun…
nyatanya manusia menguras dan merusak alam raya
demi aneka keserakahan nafsunya
Maka
jiwa raga manusia diruwat semesta
Peradaban zaman dimurnikan jagat raya

