Simply da Flores
1.
Jiwa raga perempuan sahaja
Dirajut dalam aliran darah benang-benang
dengan warna dan aneka motif
Rindu damba harapan sukma diterjang tantangan
dihentak problema
Tetesan keringat dan untaian doa
siang malam
menenun lembaran kain kehidupan
Entah untuk apa dan siapa
Perempuan menari
dengan kain warna warni
Para lelaki bernyanyi
dengan ragam kreasi dan inovasi
Anak generasi berlari
asyik bermain dalam irama mimpi
agar lahirkan imajinasi generasi
Melebur dalam damba yang bersemi
di hamparan fakta dan misteri
2.
Di berbagai pelosok negeri
tumbuh berkembang aneka tradisi
termasuk hasilkan kain warna warni
tenunan sosok jati diri pribadi
Membalut raga yang telanjang
Menghias rasa nilai dan martabat
Merawat sosok harkat makna hakikat
Kaum perempuan memintal prinsip nilai, merajut kebutuhan dan problema
menenun nasib dan makna jiwa raga
Seniman wanita
memilih motif dinamika warna
dan abadikan mimpi hakikat manusia
bagi pribadi, keluarga dan sesama
3.
Kain tenunan dan aneka busana
cerminan kreasi adat budaya
percikan dinamika perubahan
Bukan saja menutup badan
dari terik mentari dan hujan
Bukan pula demi hasilkan uang
Bukan juga untuk mengisi waktu luang
Bukan hanya soal warna dan benang
Dalam selembar kain tenunan
ada relasi harmoni dengan pribadi
Ada bias sinar keselarasan dengan alam lingkungan
Ada irama nafas dan musik darah adat budaya komunitas mengalun
Ada mantra dan doa kepada Sang Pemilik kehidupan
4.
Dinamika dan perubahan bersemi
hasilkan zaman warna warni
dari kreasi manusia untuk generasi
yang harus menenun makna pribadi
dalam lembaran keputusan diri
Untuk mewujudkan imajinasi dan mimpi
menemukan jawaban kodrati pribadi
Siapakah diri pribadi manusia
Mengapa manusia menggunakan busana
Masihkah kain tenunan bermakna
Ada kain tenunan kreasi tradisi
yang masih dibutuhkan aneka pribadi
karena masih menjawabi hakikat diri
Ada yang sudah mengubah diri
memilih kain hasil industri
Bahkan ada yang telanjangi diri
tak mau berpakaian lagi
karena tak temukan makna hakiki
mengapa dan untuk apa hidup ini

