Simply da Flores
…
1.
Banjir tsunami informasi digital
hempaskan ombak gelombang di jiwa raga
Menyerbu setiap pribadi siang malam
tak peduli umur dan suku bangsa
apalagi jabatan dan agamanya
Kisah cerita yang ditabuhkan moral etika budaya dan agama
kini jadi sarana hiburan dan bisnis
dalam bentuk gambar, film dan komunikasi online
Alat kelamin dan ragam perilaku seksual dipamerkan dan diperdagangkan
Semua gampang diakses di layar dunia maya
Siapakah yang dapat mencegahnya?
2.
Anak-anak tertawa cekikikan
bisa bermain game dan diselingi adegan porno
Para remaja bisa melakukan percobaan seks
karena dipandu infomasi digital dan tersedia aneka alat di toko swalayan
Mereka justru merasa aneh diajari etika dan moral serta perilaku seks
karena nyatanya lebih pandai dari yang mengajarkan
Entah oleh orangtua di keluarga
Entah oleh guru di sekolah
Entah oleh pemuka agama di tempat ibadah
Zaman telah mengubah prinsip, nilai, aturan, kepentingan dan selera
3.
Kemaluan biasanya ada di wajah
Kemaluan selalu berhubungan dengan tata krama, etika, moral, nilai dan prinsip
Kemaluan bukan sebatas alat kelamin dan relasi seksual
Maka
ketika sarana digital menerjang kehidupan
alat kelamin dan relasi seks jadi barang dagangan
Di manakah tempat bagi kemaluan
Adakah sisa ruang bagi kehormatan pribadi
Masih adakah kemaluan bagi pribadi manusia
Mungkin…
aneka alat kontrasepsi yang terbuang punya cerita
Mungkin…
para pedagang dan kreator digital seks ada jawaban
Apa dan di mana kemaluan pribadi setiap manusia?
4.
Gemerlap kilau digital milenial
makin dasyat setelah diciptakan manusia
lalu terus menjerat dan menguasai pribadi insani
hampir dalam semua aspek kehidupan
Terlahirlah zaman digital milenial
mungkin tanpa iman dan agama
mungkin tanpa rasa dan nurani
mungkin tanpa sanubari jiwa
Hanya data dan sistem
dengan kata dan angka
dengan lambang dan simbol
Pasti tidak punya kemaluan pribadi
Pasti tidak ada kehormatan diri
Apalagi hakikat sejati jasmani rohani
yang sedang diterjang arus zaman
dan diterbangkan angin kreasi perubahan
5.
Mungkin…
era digital milenial ini ‘zaman edan’
Manusia sedang terasing dengan diri pribadinya
hasil kreasi dan inovasinya
yang mutlakkan akal pikirannya
yang utamakan selera rasanya
yang puaskan hasrat kebutuhan raganya
Yang melupakan damba hati nuraninya
Yang mengabaikan rindu sanubari jiwanya
Maka…
pribadinya semakin galau dalam roda waktu
Hakikat dirinya diterbangkan sayap angin
Kodrat aslinya ditelan generlap dunia maya
Kemaluan hakiki kehormatan pribadi
sebagai ciptaan istimewa dan citra Allah
sedang terkulai di tempat sampah
merana tanpa kasih Ilahi
tak berdaya tanpa cinta Surga

