Simply da Flores
…
1.
Orang-orang bisa iri dengki
lalu mampu bermusuhan dan kelahi
Bahkan bisa membunuh dan kobarkan perang
sambil tertawa terbahak melihat korban
karena gengsinya terpuaskan dan bisnis senjata menguntungkan
Perang masih berkobar di mana-mana
Pabrik senjata terus dikembangkan
“Siapa ingin damai, siapkan perang”
Pernahkah mereka terlahir dan menyusu dari Ibunya?
Apakah mereka dikandung dalam perang
dan dibesarkan dengan peluru dan senjata tajam
olah sang Ibu kandungnya?
2.
Orang-orang penuh ketamakan
mengoyak bumi dan merampok isi alam
demi meraup keuntungan dan kekayaan
Proyek tambang menyebar di berbagai belahan dunia
Sumber daya alam terus dicaplok dan manusia meledak jumlahnya
Segala upaya dijalankan demi tujuan bisnis
tak peduli ada kerusakan lingkungan
tak kompromi ada yang tergusur dan mati
apalagi hanya air mata dan keluh kesah
Kata kuasa dan angka sudah kuasai jiwa raga
Adakah nama Ibunya adalah uang
Apakah rahim asalnya kekuasaan
Apakah jenazahnya akan dikubur dalam harta
3.
Orang-orang rakus dan buta
menyalahgunakan jabatan untuk mencuri uang rakyat
Sedangkan mereka menerima jabatan dengan sumpah janji di atas Alkitab
dengan nama Allah sesuai imannya
Korupsi jadi kebanggaan dan prestasi
Saat ditangkap mereka tersenyum tak tahu malu
Karena hukum bisa dibayar dan pasti tetap untung
Ingatkah mereka pada Ibu yang melahirkannya
Apakah mereka dibesarkan dengan hasil curian sang Ibu dan Ayah
Adakah hati nurani dan jiwanya terbuat dari uang
Benarkah doa Ibunya agar anak jadi pencuri?
4.
Orang-orang berani memfitnah agama lain
Mereka dengan gagah mengadili orang lain kafir
Bahkan
mengaku atas nama Allah-nya dan demi menegakkan kebenaran imannya
Lalu,
berani merusak tempat ibadah dan atribut agama lain
bahkan bertekad membunuh dan melenyapkan orang yang tidak seiman
Mereka percaya itulah jalan suci
dan itulah kehendak Sang Maha Kudus
Apakah mereka dilahirkan seorang perempuan – Ibunya
Benarkah Ibunya mengandung dalam iri dengki dendam
Betulkah Ibunya melahirkan untuk jadi hakim Ilahi dan pembunuh
Apakah air susu Ibunya adalah permusuhan iri dengki dendam?
5.
Para perempuan membasuh bumi dengan keringatnya
Entah siang dan malam hari
dalam perjuangan meramu suka duka
dalam pengorbanan memasak air mata dan tawa
dalam lara dan darah mengandung dan melahirkan
putra-putri generasi kehidupan
Dan
dalam diamnya perempuan membasuh langit dengan air mata doa
agar sukacita bahagia turun bagi anak dan keluarganya
“Kasih Ibu sepanjang hayat
Kasih anak sepanjang galah
Surga di telapak kaki Ibu”
Adakah tertulis dalam desah nafas setiap anaknya
Adakah terwaris dalam jiwa raga putra-putrinya?
6.
Orang-orang berlomba menangkap waktu
generasi terus berjibaku meraih gemerlap zaman
Aneka produk iptek digital milenial
memuaskan lapar selera dan dahaga gengsi
Pabrik bayi tabung semakin nyata
Manusia robot dikendalikan data diciptakan
Maka
mungkin zamannya orang melupakan Ibu
karena data digital menjawab semuanya
Bahkan Surga dan hidup abadi disiapkan dunia maya
tidak saja di bumi tetapi lintas planet
Benarkah para pemilik teknologi digital tidak lahir dari Ibunya?
Masihkah telapaknya menginjak bumi dan hidupnya tergantung mutlak pada alam lingkungan
Apakah para Ibu bangga dan bahagia dengan anaknya yang melupakan Ibu kandungnya ?
7.
Para perempuan memeluk siang
teteskan mantra dengan keringat ke bumi
sampaikan segala rasa dan lelah raga
Para Ibu merangkul malam
dan basahi angkasa dengan air mata
daraskan doa rindu damba jiwa
demi damai bahagia putra-putrinya
Namun…
fakta zaman terus menjelma dalam aneka inovasi
Mereka semakin terasing dan tak kenal anak-anak dari kandunganya
Kilau gemerlap pesona data digital
telah merasuk jiwa raga generasi milenial
menciptakan bahasa budaya dan dunia mereka sendiri
Entah ke mana dan jadi apa
Entah masih ingatkah pada ibunya
Mungkin…
hanya Sang Waktu yang punya jawaban

