Simply da Flores
Raga itu
mungkin hamparan pasir pantai
Emosi itu
mungkin hempasan ombak gelombang
Pikiran itu
mungkin arus di lautan luas
Hati nurani itu
mungkin asinnya air laut
Jiwa sanubari itu
mungkin isi samudra yang kaya dan misteri
Pribadiku, dirimu dan kita manusia
mungkin seperti samudra
Wajah manusia menyimpan berjuta pesona
Mulai pagi hingga malam hari
dari Senin hingga bertemu Senin kembali
Wajah kita pancarkan ombak gelombang yang mirip tapi tak pernah sama
selalu pergi datang dalam suasana berbeda
Terkadang melambung ceria bahagia
Namun bisa jadi badai dan tsunami
berakar dalam pilihan dan keputusan pribadi
Arus hasrat diri kita manusia
bisa guncangkan irama dunia
Mulai dari kekuatan kecil, sedang hingga tinggi
Suka duka selalu mewarnai gelora ombak nalar
bahkan petir halilintar tak mampu tawarkan samudra manusia
Tergantung keputusan untuk kebutuhan dan kepentingan
ingin jadi apa dan siapa
dalam dinamika ruang dan waktu
Manusia itu misteri laksana samudra luas
Pasir kehidupan tak mampu dijejaki seluruhnya
Bahkan kedalaman hati tak akan mudah terselami
seperti dalamnya lautan dan isinya
Jika mau pahami dan kuasai dunia
pahami dan kuasai diri pribadi
dengan ketulusan jiwa raga sejati
dalam tuntunan kuasa Ilahi
Memandang pribadi manusia begitu luas dan dalam
Makhluk ciptaan di semesta yang terlahir dengan cinta
Sang Pencipta pun menyayangi
sehingga diberikan akal budi dan kemampuan pikiran
Setiap pribadi dikenal pikirannya dari kata dan tindakannya
jadi apa dan siapa dirinya
di hadapan sesama dan alam semesta
Sang Pencipta melihat dan tahu semuanya
Kita manusia bisa ciptakan aneka rupa karya
Getaran rasa nurani dan jiwa
terus mengolah diri pribadi untuk berkreasi dan berinovasi
Bisa juga berimajinasi mengukir mimpi
Seluas merangkul sosok bumi
setinggi memeluk angkasa misteri
Meski pikiran tetap terbatas kemampuan
dan diri terbatas ruang dan waktu
“Aku ingin hidup seribu tahun lagi…”
Kita terlahir dari tanya kodrati
maka ada rindu damba tak bertepi
untuk temukan jawaban hakiki
jadi apa dan siapa diri ini
Kita manusia mempunyai samudra misteri
ingin menyibak semua tabir pribadi
meskipun faktanya selalu tak tuntas dicapai
Sejak terlahir hingga saatnya kembali
dari tanya kembali ke tanya
dan pasti tidak pernah meraih jawaban sempurna
Kita adalah samudra fakta dan tanya
dalam derap irama waktu abadi
dengan desah nafas yang berhenti
dibatasi ruang dan ajal kodrati
Samudra ternyata hanya bagian bumi ini
dan bagian kecil dari alam jagat misteri
Semuanya kreasi abadi Sang Ilahi
yang terus berinkarnasi lestari
untuk dialami dan disyukuri pribadi
ketika masih ada kerendahan hati

