Simply da Flores
…
1.
Karena Dia Alfa dan Omega
maka pelangi cinta dilukis mewarnai waktu
membusur dari awal sabda penciptaan
hingga nanti berhentinya waktu berkelana
Pelangi Cinta Semesta
Karya Mahamisteri Sang Mahakasih Ilahi
Termasuk manusia ciptaan istimewa
dengan pikiran dan kehendak bebas
seperti saya dan anda sekalian
Terlahir dalam keunikan dan misteri
2.
Pada pelangi cinta semesta
ada seribu bunga warna warni
ada sejuta kembang penuh pesona
Kupu-kupu dan serangga riang menari
Burung-burung bersorak nyanyikan kidung
Angin bersukacita wartakan sabda alam
dengan gitar kecapi dan aneka alat musik
Tertulis syair kasih sayang harmoni hakiki
Manusia terlahir dan beranak pinak
Banyak seperti pasir di pantai dan bintang di langit
hasilkan aneka pelangi pribadi suku dan bangsa
3.
Ketika manusia diberi kebebasan
dengan kemampuan nalar berpikir berkreasi
Ternyata banyak pilihan dan keputusan
saat saksikan pelangi cinta semesta
Ada yang mau peduli dan melihat keindahan pelangi
Ada yang merasa biasa saja dan diabaikan
Ada yang tidak peduli dan mengejar kepentingan dirinya
Ada yang tahu tetapi tidak mau tahu
Itulah dinamika dan kebebasan setiap pribadi
Mungkin juga itu kodrat dan skenario Sang Pencipta Semesta
4.
Pelangi cinta semesta
Sejatinya memang indah dan memesona
dan seharusnya adalah kebutuhan hakiki manusia
Namun
antara hukum kodrati dan fakta kebebasan manusia
telah lahir pelangi dinamika kreasi
Maka
ada pelangi kreasi nalar insani
yang belum tentu harmonis dengan pelangi cinta semesta
Ada keajaiban realitas dan misteri pengalaman
antara tanya dan jawaban manusia
menghadapi fakta diri dan realitas semesta
5.
Di tengah zaman digital milenial
Pelangi cinta semesta justru dipertanyakan dan digugat
Sang Pemilik Pelangi Cinta
sering diabaikan dan dihujat
Alam Lingkungan dikoyak dan dieksploitasi
demi menjawab kebutuhan dan selera insan
Prinsip hukum alam semesta
terus digilas selera zaman
demi kepuasan pribadi dan kemutlakan pikiran
“Adakah cinta sejati dan kasih sayang hakiki?”
Manusia terus berkreasi dan melahirkan inovasi
Jumlah manusia terus bertambah di tengah alam yang semakin terbatas

