Simply da Flores
…
1.
Jenazah Mahakasih
dibaringkan dalam kubur
yang bukan milik keluarganya
Tubuh Mahacinta
disemayamkan dalam makam
yang hanya sekadar pinjaman
Ajaib dan sungguh paradoks
Jesus orang Nazareth – Raja orang Yahudi
Lahir-Nya di kandang hewan – Betlehem
Wafat-Nya sebagai penjahat di Golgota
Disemayamkan dalam kubur pinjaman
Seorang Raja yang makam pun tak punya
“Serigala mempunyai liang
Burung mempunyai sarang
Anak Manusia tidak ada tempat untuk meletakkan alas kepala
Tetapi…
Raja dan Penguasa pun takut kepada-Nya”
Mengapa Yesus Kristus diimani
sebagai Tuhan dan Juru Selamat
semakin banyak orang hingga zaman ini?
2.
Para murid dibantu para serdadu
berjuang mendorong batu besar penutup makam
Agar jenazah pemuda Nazareth jangan dicuri
para serdadu sigap menjaganya
Namun,
pada Minggu pagi buta
batu besar penutup makam terguling
dan jenazah Yesus telah tiada
Hanya tersisa kain kafan-Nya
dan dijaga dua pemuda berpakaian putih
“Dia tidak ada di sini lagi, Dia telah pergi
Jangan mencari orang hidup di antara orang mati”
Batu besar itu menutup mata raga
para murid dan para serdadu penjaga
Namun,
perempuan Maria Magdalena dibuka mata jiwa raganya oleh Dia
boleh melihat dan berbicara
meskipun dilarang menyentuh raga itu
Lalu,
Magdalena berjuang lekas memberikan kesaksiannya
tetapi tidak bisa dipercaya para sahabatnya
“Batu besar masih menutup jiwa raga mereka”
3.
Batu besar itu menutup kerendahan hati
ketika nalar dikuasai keangkuhan pikiran
Apalagi untuk hal luar biasa baru
Benarkah orang mati bisa bangkit
“Sebelum aku menusukkan jari pada bekas luka-Nya,.
Aku tidak akan percaya Dia bangkit”
Pertanyaan dan keraguan Thomas
sering dicap sebagai kurang percaya
Namun
sejatinya adalah kejujuran hakiki untuk memiliki bukti asli
dan pengalaman pribadi
agar bisa bersaksi kepada orang lain
Mungkin Thomas mewakili pribadi manusia sepanjang sejarah
Apalagi soal pengalaman rohani dan iman
bahwa iman perlu waras, sadar dan kritis serta bijaksana
4.
Adegan episode itu memang telah direncakan skenarionya
Karena Dia Alfa dan Omega
Karena Dia Raja semesta alam
Karena Dia memang Sang Sabda yang jadi manusia
Karena Dia Mahatahu tentang manusia ciptaan-Nya
“Thomas, mari dan tusukkan jarimu pada bekas luka-Ku, agar engkau percaya.
Karena melihat, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”
Hal yang luar biasa itu
“Kebangkitan dari wafat dan dimakamkan” memang perlu kesaksian langsung
agar berani dipercaya dan siap diwartakan
Karena memang kita masih manusia biasa
Jiwa dan iman kuat, tetapi daging dan nalar lemah
5.
Batu besar penutup makam itu
sering menutup jiwa raga pribadi
selalu menutup kewarasan nalar dan iman
biasa menghimpit nurani dan jiwa
Sehingga sering tak mampu bangkit
dan enggan ke luar dari keangkuhan pribadi
Untuk bisa menerima fakta dan misteri
Untuk mampu mengakui keterbatasan diri dan menerima keagungan Cinta Ilahi
Untuk rendah hati dan mensyukuri Mahakasih Allah
Memang…
Indra dan nalar kita terbatas
hanya iman dan rahmat Ilahi yang mampu menolong pribadi
Adakah relasi istimewa antara Kandang Betlehem dan malam di Golgota?
6.
Batu besar penutup makam itu
saksikan inkarnasi Mahacinta Ilahi
Ruang kubur pinjaman itu
mencatat mujizat Mahakasih abadi
seperti ruang kandang hewan di Betlehem
ketika Sang Sabda jadi bayi mungil yang terbaring dalam palungan hina
Sang Putra Ilahi
memilih lahir dan bangkit dari kematian
terjadi dalam kandang hina dan makam pinjaman
Hanya batu dan dinding tanah yang menjadi saksi
misteri inkarnasi Mahacinta dan keajaiban Mahakasih
Sedangkan pribadi kita sering ditutupi batu besar kepicikan dan kesombongan diri
Manusia memang tercipta dari debu tanah
7.
Entah apa dan siapa
yang mampu menggulingkan batu besar
yang menutup makam pribadi kita
Adakah kemampuan akal menyibak misteri Mahakasih Allah
seperti yang terjadi di kandang Betlehem?
Adakah kehebatan pikiran insan mengupas tuntas keajaiban Mahacinta Ilahi
seperti yang terjadi dalam malam di Golgota?
Dia Sang Putra Surga
rela memikul salib dan wafat
demi menebus dosa sekalian umat manusia ciptaan-Nya
Dia Sang Penebus
rela korbankan tubuh darah dan bangkit
untuk mengalahkan maut dan kuasa Iblis
sehingga Kerajaan Allah kembali dibuka bagi segenap pribadi yang percaya
Terpujilah Sang Mahacinta dan Mahamisteri
Sang Pemilik skenario Karya Keselamatan
bagi semua umat manusia
yang adalah ciptaan-Nya dan citra-Nya

