Simply da Flores
1.
Dalam keheningan malam ini
Aku sendiri menghampiri sunyi
ingin merayu malam sepi
agar bawa pergi gulita pribadi
dari bola mataku
yang sedang berkelahi dengan ngantuk
Galau problemaku diiringi nanyian jangkrik
Angin sepoi membelai kepalaku yang berat suntuk
2.
Dalam keheningan malam ini
nuraniku masih menggendong tanya
yang selalu memelukku erat
Seakan tak mau pergi berpisah
padahal aku tak mau bersahabat
dengan tipu daya kerakusan nafsu
Yang kutemui di keluarga, tempat kerja dan keseharian
seolah jadi irama kehidupan
demi mencukupi tagihan kebutuhan
3.
Dalam keheningan malam ini
kutulis di ayat-ayat kekecewaan
pada wajah malam sepi sunyi
Tentang kejujuran dan tanggung jawab
tentang kerja keras dan menikmati hasil keringat
tentang kebenaran dan keadilan sejati
tentang persaudaraan dan kasih sayang
tentang iman kepada Allah
Mengapa kecurangan terus menikam jiwa ragaku?
4.
Dalam keheningan malam ini
pada pelataran gulita malam
Ingin aku tunduk memcium Ibu Bumi
tumpahkan galau rasa dan tanya
Ingin aku terbang meraih Bapa Angkasa
bersujud mengadu rindu dambaku
Karena sadari kepapaan jiwa raga
dalam berkelana meraih makna
selama diizinkan nafas masih berdesah
Aku harus jadi apa dan siapa?
5.
Dalam keheningan malam ini
aku coba berbisik merayu malam
tolong temani aku merangkai sepotong doa
mau kutitip di pintu angkasa
Lalu antar aku kembali rehatkan jiwa raga
untuk menyambut sinar jawaban fajar pagi
Karena aku percaya kemurahan Ilahi
pasti berikan jawaban pasti
kepada yang meminta dengan jujur dan rendah hati
Sadari kuasa Ilahi atas seluruh pribadi
seperti segenap semesta disinari mentari
6.
Dalam Keheningan malam ini
aku saksikan senyum merekah di wajah gulita
Tangga harapan ke langit dipasang
aku diajak naik ke pintu angkasa
meletakkan sepotong doa di sana
Ternyata…
malam gelap gulita kelam
bukan kejahatan dan iblis
tapi seribu sunyi untuk sejuta pintu keheningan
bagi pribadi yang jujur mencari
menemukan hakikat diri pribadi
Isi alam semesta adalah saudara-saudari
7.
Dalam keheningan malam ini
aku telah melukis pelangi di nalar
dengan warna-warni kesadaran baru
Aku belajar menulis ayat-ayat syair mimpi
dengan pena kesahajaan desah nafas
Aku berlatih melukis sosok imajinasi
antara realitas fakta dan misteri
dengan kuas berterima kasih dan mensyukuri
8.
Dalam keheningan malam ini
Aku telah dibawa berkelana
Dari galau aneka problema kepada sunyi sepi
Dari kekacauan diri dan kesombongan nalarku
kepada kesadaran mengenal hati nurani
Dari sunyi sepi kepada keheningan jiwa sanubari
Dari kepongahan pribadi kepada kerendahan hati
untuk bersujud dan kembali kepada kemurahan Ilahi
9.
Dalam keheningan malam ini
aku dilatih mengembara ke dalam diri pribadi
menemui hakikat asali hakiki
Kesombongan akal dan keangkuhan hawa nafsu
adalah akar problema dalam diri
karena pribadiku rohani dan jasmani
Ternyata…
pintu angkasa dan istana Ilahi
hanya bisa diketuk dengan kerendahan hati
dari kesadaran bersyukur dalam pribadi

