Simply da Flores
1.
Negeri ini…
miliki kita semua karena warisan para pendahulu
Sekarang…
sedang dibanjiri rakus tamak nafsu
entah apa jabatan dan siapa nama mereka
“Sesama anak negeri jadi penjajah saudara sendiri”
2.
Negara ini…
diproklamirkan merdeka dari penjaiah
Ada cita-cita mulia
bagi semua anak bangsa
agar maju sejahtera jiwa raga
Hari ini…
kisah lara cerita korupsi
telah jadi budaya dan dibanggakan
Para pelaku yang ditangkap tersenyum dan tertawa bangga
meski tangan diborgol dan pakaian oranye
“Merdeka NKRI
tetapi dijajah kebutaan harkat martabat
Entah mengapa dan untuk apa saja”
3.
Perjuangan para pahlawan terjadi
korbankan harkat jiwa raga
alirkan darah dan harta benda
Demi kibarkan Merah Putih
dengan dasar Pancasila
Hari ini….
Keuangan yang mahakuasa
dengan halalkan segala cara
Kekuasaan dilanggengkan dan dibagikan
demi puaskan nafsu dan kumpulkan harta benda
Yang lara menderita terus merana
karena yang rakus tamak buta terus bertambah jumlah
Entah sampai kapan?
4.
Belum sampai seratus tahun umur NKRI
banyak prinsip dan nilai makin pudar
Sejarah bisa dilupakan dan dikarang baru
Hukum dan aturan bisa diatur penguasa
karena ada jabatan, modal, dan senjata
“Kata-kata jadi energi dasyat
bisa menyulap semua kepentingan
Jarak kata dan fakta bisa diatur
Mungkin ini yang dinamakan Negara Kekuasaan Republik Imajinasi – NKRI”
5.
Namanya korupsi
tidak pernah satu orang
Korupsi itu mencuri uang hak rakyat
yang dilakukan segerombolan pejabat publik
karena bisa mengatur hukum dan mempunyai kuasa jabatan
Jika merampok hak milik sesama warga
mungkin namanya maling
dan pencuri hak sesama
Koruptor punya banyak sahabat dan jaringan
“Entah di dalam lingkungan pejabat publik dan politik
atau swasta yang di luar sistem negara
Entah apa gelarnya dan siapa mereka”
6.
Kekayaan alam terus dikuras
hasilnya banyak yang raib hilang
lalu dikemas rapi dengan kata dan angka
Lara derita darah dan nyawa rakyat terbang
masalah diselesaikan dengan kata janji
Bencana alam menghujat dan mengingatkan
tetapi kerakusan terus meraja tak peduli
Problema diatasi dengan sumpah janji dan tipu-tipu
Negeri ini jadi panggung sandiwara
“Entah ke mana dan mau jadi apa NKRI”
7.
Entah apa gelar profesinya
Entah siapa saja mereka
tetapi faktanya mereka mampu membutakan orang banyak
dengan aneka kata dan jumlah angka
Mungkin mereka bisa disebut para raja buta
Mereka buta mata raganya
tak melihat dan mendengar lara derita sesamanya
Mereka buta mata rasanya
sehingga tega menindas sesama saudara
Mereka buta nalar warasnya
sehingga mengabdi pada kesombongan dirinya saja
Mereka buta hati nurani
tak peduli nilai dan hak manusia lain
Mereka buta sanubari jiwanya
menjadikan dirinya raja penguasa segala hal
dan Tuhan atas semua orang

