Simply da Flores
1.
Jemariku menari gesit
Langkah anganku terbang bersama angin
menjelajahi padang dan rimba raya
telusuri halaman album potret kisah ceritaku
Aku temukan potret masa kecil
saat orangtua menulis aneka tradisi dalam pengalamanku
Dalam rumah ada Ayah Ibu dan kakak adik
aku tak pernah minta ada bersama mereka
Aku dikenalkan dengan sanak saudara
keluarga dari Ayah dan Ibuku
“Aku seperti boneka diperlakukan mereka
karena itulah yang diyakini hal benar dan terbaik
untuk membentuk pribadiku dan meraih masa depanku”
2.
Halaman baru dan babak berikut
Lembaga pendidikan formal
dan sahabat kenalan serta tetangga dan masyarakat
Memberi warna sesukanya pada pribadiku
dengan lukisan beragam sosok dan kisah cerita
Aku harus jadi seperti yang mereka yakini benar, baik, dan berguna
Aku jadi lukisan pelangi, gunung, dan lembah,
Aku seperti sawah ladang, kolam sungai, dan lautan
Juga beragam margasatwa dilukis di wajahku
Aku diwarnai dengan kata dan dibingkai dengan angka
Adat budaya dan peradaban memateraikan warna dan bentuk
“Aku harus jadi apa dan siapa menurut mereka”
3.
Pengalaman mengajari aku pengetahuan dan keterampilan
Ruang dan waktu memberiku kreasi pikiran
Aku belajar melukis apa dan siapa diriku
Aku mencoba mewarnai sosok pribadiku
Aneka potret mengajariku menemukan babak baru ziarahku
Aku semakin bebas mandiri menentukan pilihan dan keputusan
Dari berbagai hasil potret di albumku
aneka peristiwa terpatri di sana
“Biar gambar yang bicara
Apa dan siapakah aku ini”
4.
Ziarah kelanaku belum berakhir
waktu memberiku ruang berkreasi
nafas mengajakku menjepret album berikut
Apakah hidupku bisa meraih makna
Sudahkah aku gapai mimpi-mimpi masa kecil
Bisakah aku jadi berkat bagi sesama?
Angin masih memeluk erat jiwa ragaku
Air, api, dan tanah terus menopang desir darahku
Aku di tengah sesama dan alam semesta
5.
Belajar dari potret-potret kemarin
Aku harus memilih dan memutuskan
Apa potret yang penting aku abadikan
Dengan siapa dan untuk siapa pribadiku
Seperti apa warna pesona potret-potretku dalam ruang waktu yang masih diizinkan Pencipta?
Ternyata…
dengan pikiran dan kesadaranku
aku boleh membaca makna di balik ragam gaya potret ku
Lalu
Aku bisa membuat potret-potret baru esok
dan tentukan jawaban mengapa memotret pribadiku

