Simply da Flores
1.
Kepadamu Sang Ajal
salam hormatku bagimu
karena engkau sungguh nyata
meskipun sering menakutkan bagi kebodohan kami
Terima kasih atas kehadiranmu
yang menegaskan bahwa kami manusia sungguh ciptaan
dan hanya hadir sementara di bumi
Ada batas ruang dan waktu
yang sudah jadi kodrat pribadi kami
Engkau Sang Ajal sungguh nyata
dengan nama beraneka ragam
Entah Sang Maut
Entah Sang Kematian
Entah nama yang lainnya
dalam aneka tradisi bahasa
Hormat, terima kasih dan sujud syukur
Atas karya keajaiban Sang Ilahi
2.
Kepadamu Sang Maut
Terima kasih atas berbagai pengalaman dan pengetahuan
yang membuatku makin mengetahui makna kehadiranmu
Dan hingga kini telah ada bermacam tradisi ritual sakral
dengan pengalaman dan ajarannya masing-masing
Bahwa jika aku sedemikian menerima dan mencintai kehidupan
maka aku harus menerima dan mencintai engkau
Karena kehidupan adalah kembaran Sang Maut
Karena kehidupan digerakan olehmu Sang Maut
Karena kehidupan sejatinya adalah proses perjalanan dinamika Sang Maut di dalam ruang dan waktu
begitu ajaib dan menggentarkan
dalam fakta tak terhindarkan
Sungguh indah rencana kreasi Sang Ilahi
3.
Kepadamu Sang Kematian
terima kasih atas peran kehadiranmu
Bahwa jika aku merenungkan dengan sadar dan rendah hati
ternyata setiap detik ziarah kehadiran pribadiku
adalah deretan episode perubahan olehmu Sang Kematian
Sejak aku terbentuk oleh sel sperma dan sel telur
dalam rahim Ibuku
dinamika perubahan kehidupan dan kematian silih berganti
Sekitar sembilan bulan dalam kandungan
hanya proses perubahan bersemi
oleh Sang Kematian demi kehidupan
Sungguh ajaib dan begitu misteri
Sang Ibu pun tak memahaminya
dinamika perjumpaan dan perubahan
Sang kematian dan kehidupan
dalam diri seorang bayi
4.
Kepadamu Sang Ajal
yang sering disebut Malaikat Maut
Bangga dan kagumku padamu
sebagai pendamping setia kehidupanku
Setelah terlahir meninggalkan rahim
perjalananku diteruskan dengan tumbuh kembang
yang isinya melanjutkan perubahan juga
Ziarah kehadiran pribadiku di bumi
mengisi ruang dan melewati waktu
Sejatinya perubahan oleh kematian demi kehidupan baru
Aku ada dan terus jadi baru
dengan segala kreasi keputusanku
dalam warna warni fakta dan misteri abadi
Dan
hingga saatnya engkau Sang Kematian mengakhiri ziarah kehadiranku
ketika nafas berhenti dan raga tak berfungsi bagi jiwa
Tak seorang pribadi pun mampu
untuk menolak atau memberhentikan engkau Sang Ajal
Terima kasih padamu Sang Kematian
5.
Kepadamu Sang Ajal,
hormat dan kagumku
atas kehadiranmu yang ajaib
sungguh menegaskan Maha Misteri Sang Ilahi
bahwa pribadi kami manusia
adalah makhluk ciptaan istimewa
karena bisa berpikir dan merefleksi pengalaman
terkhusus fakta kematian pribadi
Bisa mengagumi misteri diri dan misteri alam semesta
sebagian fakta kehadiran Sang Ilahi Maha Misteri
Kepada Sang Ajal
dengan sedikit pengetahuan dan kesadaranku
ingin kunyatakan terima kasih padamu
dan mohon bersahabat mengagumi
Serta berjuang untuk mencintaimu
seperti aku belajar mencintai kehidupan
6.
Kepada-Mu Sang Maha Ajal
ingin kutulis sedikit kesadaranku
Sejatinya pribadiku adalah jiwa dan raga
adalah rohani dan jasmani
adalah kehidupan dan kematian
Sang Maha Ajal, Sang Kematian dan Kehidupan
peluklah kesadaran pribadiku
agar mulai mampu bersyukur selalu
atas fakta hidup dan mati
atas kenyataan perubahan oleh energi kematian
atas nanti waktunya berpisah
tubuhku tak berfungsi dan kembali ke bumi
tetapi jiwaku kembali kepada-Mu Sang Ilahi
Syukur kepada-Mu Sang Ilahi
pemilik ajalku dan kehidupanku
Pemberi misteri kami manusia
di tengah ajaibnya alam semesta
Terpujilah Engkau selamanya

