Simply da Flores
1.
Ada berita dari kota Semarang
Sang Walikota mengubah nama jalan
Dari Jln. TPA – Tempat Pembuangan Akhir
lokasi semua sampah kota dipertemukan
Diubah namanya menjadi Jalan YB Mangun Wijaya
Seorang sosok ‘pemulung kemanusiaan’
Momennya ketika perayaan Hari Literasi
Peringatan pentingnya membaca dan menulis
Telah tercatat sebuah sejarah
bukan saja di Kota Semarang
tetapi bagi peradaban bangsa
Ini sebuah Reformasi Nalar
Belajar berpikir dari fakta sampah
“Ini sebuah revolusi kemanusiaan
jika tidak belajar membaca dan menulis
maka kita menjadi sampah
Apa dan siapakah aku ini
di hadapan masalah sampah?”
2.
Tempat Pembuangan Akhir sampah
diubah jadi titik balik berpikir
TPA – Tempat Berpikir Awal
bagaimana mengubah cara berpikir positif
bagaimana melihat diri pribadi
Apakah aku ini sampah?
Siapakah penghasil dari sampah
Mengapa sampah ada dan dibuang
Haruskah aku jadi sampah kehidupan
Apakah aku sampah bagi sesama dan alam ini
Masih perlukah tempat pembuangan sampah
Bagaimana menyikapi sampah yang sudah ada
Perlukah mengubah cara berpikirku tentang sampah
Masihkah aku pencipta dan membuang sampah?
3.
Nama seorang sosok YB Mangun Wijaya
dijadikan nama jalan di lokasi ini
Apakah karena dia pegiat literasi
Apakah karena dia pernah di Kali Code Yogyakarta
Ataukah dia seorang pegiat sosial
Pernakah dia pemulung atau petugas kebersihan
Atau karena dia ikut solider dengan korban proyek waduk Kedung Ombo
Apakah karena dia Romo sahabat para gelandangan
Ataukah ada alasan lainnya?
Menurutku jawabannya adalah
karena dia ‘sang pemulung kemanusiaan’
YB Mangun Wijaya sahabat kehidupan
Dia hadir dengan pikiran positif
menjumpai sesama dan alam lingkungan
sebagai bagian nafas hidupnya
Membaca dari keterlibatan dan kehadiran diri
Menuliskan suka duka kehadiran itu
Dia Sang Pemulung Kemanusiaan
4.
Proficiat Sang Walikota Semarang
telah membuat terobosan Literasi
Reformasi Berpikir dan Revolusi Kemanusiaan
Sampah adalah apa dan siapa manusia
Tempat Pembuangan Akhir sampah
perlu dikembalikan pada sosok pribadi
Bagaimana membaca dan menulis kehidupan
apa dan siapakah aku manusia
Apakah aku sumber sampah
ataukah aku akhirnya jadi sampah
Apa yang tertulis dan terbaca dari sampah
Siapakah penghasil adanya sampah
Aku bagian dari pencipta masalah sampah
ataukah sosok solusi adanya sampah
Maka
warga Kota Semarang digugat
bagaimana menjawab literasi sampah
Apakah siap mulai mengubah cara berpikir
dalam mengelola dan mengatasi masalah sampah
Maukah jadi produsen sampah dan manusia sampah?
5.
Berguru literasi pada sampah
adalah sebuah revolusi kehidupan
Petugas Dinas Kebersihan akrab dengan sampah
karena tugas dan tanggung jawab
meskipun sarana dan jaminan kesejahteraan terbatas
Para pemulung berbeda melihat dan berpikir
di tempat sampah ada harapan
di dalam sampah ada rezeki
dari sampah ada kehidupan
di tempat pembuangan akhir sampah
adalah rumah dan sawah ladang
Tetapi…
setiap pribadi bisa jadi penghasil sampah
Ada sampah rumah tangga
Ada sampah beling dan kaleng
Ada sampah plastik aneka bentuk
Ada sampah kertas dan kardus
Dan banyak yang tidak peduli sampah
bahkan sembarang membuang di mana saja
Gugatan alam kembali menggema
“Apa dan siapakah aku ini
Penghasil sampah dan manusia sampah?”

