Simply da Flores
…
1.
Pekat gulita derita zaman
yang tak mungkin dihapus selera
perlahan sirna dihalau cahaya
Ada bias lilin-lilin kecil
yang bermunculan di sudut-sudut negeri
Ada kelip bintang dari balik awan
yang sedang perih ditusuk kepulan asap hitam kemarahan
Malam ini berbeda dari kemarin
karena purnama segera hadir
2.
Putaran musim silih berganti
dalam kreasi zaman yang bersemi
dengan gemerlap digital milenial
yang tak kenal siang malam
karena dunia maya andalkan data dan daya listrik
hasil ciptaan nalar insan
Manusia lewati siang malam
namun bisa bebas berkreasi
membuat aneka pilihan pribadi
Bisa bersembunyi dari cahaya fajar
Atau tak peduli pada purnama
Bahkan bisa ciptakan selera cahaya
3.
Seharian dibakar panas terik
apalagi kalau di dekat api membara
memang tak nyaman bagi pribadi
Karena berbagai kisah cerita demonstrasi
Karena kemarahan jadi anarki
Karena bergelora arus informasi
yang isinya bervariasi
sehingga menggugat nalar mengkaji
Apakah ini fakta atau hoaks
Ini kreasi provokasi atau solusi
Ini demi hak rakyat atau kepentingan para politisi
4.
Gulita malam tersenyum mempesona
Purnama datang melerai pekat
diiringi kerlip cahaya bintang
disambut percik cahaya ribuan lilin
dan bias sinar harapan jutaan rakyat
Rusuh, pertikaian dan aneka anarki
semoga segera pergi sirna
dari jiwa raga yang emosi lara derita
dari pejabat yang tamak sombong pongah
dari wakil rakyat yang berpesta pora
Karena ada kerendahan hati insyaf
mengandalkan keajaiban Pencipta
dalam desah nafas dan desir darah
5.
Sabda alam ingatkan kita semua
untuk kembali hening menata diri
sujud doa sebelum lelap tertidur
Purnama ini mukjizat semesta
Sumber energi jiwa raga
tanda kehadiran Sang Ilahi
Bulan Purnama ini juga sebuah berkah
bagi semua yang mau syukuri
karena nalar waras dan terang di hati sanubari
Ketika lilin kecil pribadi dan kerlip bintang menyapa jiwa
Kiranya ada energi syukur bersemi
menyambut fajar esok hari

