Simply da Flores
1.
Di tengah asap hitam mengepul
Wajah langit diam menatap tajam
melihat aneka tangan bergerak
menatap bermacam sosok beraksi
Entah yang berjalan dan berlari beringas
Entah yang bersuara lantang menggugat
Dalam kobar bara api dan gemuruh pekik suara
Ibu bumi diam merangkul jutaan telapak
Entah yang marah dan bertindak brutal
Entah yang jadi korban aneka kekerasan
Entah yang berlari selamatkan diri
Tak ada yang mampu bersembunyi
dengan diri pribadinya sendiri
Di hadapan alam yang tak bisa berdusta
Di depan Sang Maha Melihat segalanya
2.
Dalam diam dan sunyi mencekam
Jutaan rakyat menatap mentari
bisikan damba sanubari akan kedamaian dan keadilan
bagi nasib kehidupan yang lara mendera
Oleh kerakusan dan ketamakan segelintir sesama
karena tidak laksanakan amanat rakyat
karena mengkhianati sumpah jabatan sebagai pejabat publik
karena terbahak berpesta pora di atas penderitaan rakyat
karena menyalahgunakan kepercayaan rakyat demi kepentingan pribadi dan kelompoknya
Rakyat tunduk diam basahi bumi dengan air mata doanya…
3.
Dalam diam sunyi kegamangan
ada tangan-tangan tak kelihatan
Bergerak lincah di layar gadget dan komputer
untuk sebarkan aneka informasi
Ada informasi benar dan baik untuk mengatasi masalah
Ada berita solusi untuk melerai aneka problema
Ada kabar fakta persoalani untuk diatasi
Ada tuntutan dan harapan agar segera dilaksanakan
Tetapi ada juga gerakan kepentingan berbeda
yang menyebar berita hoaks dan hasutan
Yang memprovokasi dan mendorong kekacauan
Yang mengadu domba permusuhan dan perkelahian
Entah mengapa dan untuk apa
Hanya angin yang tahu dan mampu merekam desah nafas setiap pribadi
4.
Di zaman digital milenial ini
sarana iptek merangkul jarak dan menyibak sekat ruang
Mampu mempertemukan dan mengendalikan pikiran setiap individu
dalam gerakan senyap tanpa suara
Karena itu…
peristiwa yang terjadi bisa tersebar lintas bangsa dan benua dalam waktu singkat
Banyak aksi di sebuah wilayah mungkin mampu dikendalikan dari jarak begitu jauh
Entah di luar pulau dan daerah
Entah di sudut kota tanah air
Entah dari negara dan benua lain
Maka
dalam diam senyap yang menggugat
Mungkin kita perlu bergerak ke dalam pribadi
Belajar diam dan menarik nafas hening
Belajar berpikir kritis menyaring informasi sosmed
Belajar melerai asap hitam dan memadamkan kobar api
Belajar bergerak dengan nurani dan sanubari jiwa
Belajar mengatasi masalah tanpa masalah
Adakah sepotong doa bagi kedamaian bangsa dan negara
Adakah sepenggal mantra bagi kebijaksanaan para pejabat publik
agar mampu mengemban sumpah jabatannya bagi kesejahteraan bangsa dan wibawa NKRI?
5.
Dalam diam sunyi tanya
banyak telapak berlari di bawah matahari
dengan wajah marah menggugat
membawa api membakar sinar cahaya
merindukan keadilan dan kesejahteraan
namun justru raganya terbakar amarah
Dalam diam sunyi kegalauan
raga merana dibelenggu rantai zaman
emosi tersulut digugat kebutuhan
pikiran gelap diselimuti gelombang arus informasi
Nurani layu terkulai didera aneka problema
Sanubari jiwa miskin papa dikuasai kegelapan
Entah harus ke mana melangkah
Entah sampai kapan melihat cahaya harapan
6.
Dalam diam sunyi kegelapan
Asap hitam membubung dan bara api berkobar
Masih ada damba dan harapan kepadamu
Wahai para pemimpin bangsa dan pejabat publik
Bangunlah jiwa ragamu dan bergeraklah
Arahkan pribadimu menatap fajar Ilahi
Mohonlah pertolongan Sang Khalik
untuk mampu lahirkan kebijakan demi keselamatan rakyat
Amalkan sumpah janjimu berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa
Jangan tutup telinga dan hati nuranimu
dengarkan suara rakyat adalah suara Allah
Rakyat adalah pemilik kedaulatan
Kalian dipercaya menerima mandat
untu mengelola dan memimpin
Demi mewujudkan cita-cita Proklamasi
Jangan sekali-kali melupakan sejarah
Jangan jadi penjajah bangsamu sendiri dan kacung para pemilik modal
Tunjukan patriotisme dan harkat martabatmu
Kita Indonesia dan baru merayakan HUT-80 Proklamasi NKRI
7.
Dalam diam sunyi penuh harapan
Di bawah lintas fajar kathulistiwa
Kembali kami rakyat bertanya penuh damba
Adakah secercah kerendahan hatimu wahai para pejabat publik
untuk insyaf bijaksana bertindak nyata
demi kemaslahatan segenap rakyat
Adakah kemanusiaanmu yang beradab
wahai para pemimpin NKRI
untuk bersatu padu
melerai benang kusut ketamakan nafsu
dan hadirkan keberpihakan nyata dalam kebijakan dan kerja jujur
demi keselamatan dan kesejahteraan seluruh rakyat
Di bawah kibar Merah Putih
Wahai para pemimpin bangsa
bangkitlah nalar, nurani dan jiwamu
Dengan iman di dada dan harkat martabatmu
Wahai para pejabat publik
berdirilah tegak dan berbakti
Bergerak dan tunjukkan karyamu seperti sumpah jabatanmu
Doa kami menyertaimu
dengan sujud memohon rahmat Ilahi

