Simply da Flores
1.
Jarang sekali aku bertanya
tentang sosok nafas yang pergi datang
dalam hidung tenggorokan dan paru-paruku
Kadang sekali aku bertanya
tentang wajahnya darah yang berdesir di jantung dan pembuluh darahku
Apalagi bertanya tentang apa dan siapa aku
kemarin, hari ini dan esok
serta mengapa aku jarang mempertanyakan diri pribadi
Mungkin diri pribadi dirampok rutinitas untuk ada dan menjadi
Ataukah karena tidak tahu bertanya
bahkan tidak mau tahu diri pribadi
dalam dinamika perubahan roda zaman
2.
Tidak banyak pertanyaan didaraskan
Tentang debu tanah dan sampai berserakan
Tentang daun kering gugur dan hutan rimba dibabat gundul
Tentang debur ombak hempaskan sampah plastik
Tentang musim pancaroba dan panas yang makin terik
Tentang kucing-kucing di kota yang ketakutan kepada tikus
Mungkin pikiran terkuras untuk mencakar waktu merebut rezeki hari ini
Ataukah alam lingkungan dianggap tidak penting bagi percatutan kepentingan zaman
Banyak manusia lebih sibuk dengan gadgetnya masing-masing
Meskipun kaki menginjak tanah
dan pernafasan membutuhkan udara
3.
Di lingkungan pendidkan rendah sampai tinggi
makin jarang pertanyaan kritis akademis dan ilmiah
Mungkin karena sistem pendidikan sering berganti sesuai selera politisi yang berwenang
Mungkin arena akademis telah jadi lahan bisnis dan gengsi
Mungkin peserta didik dan para aktornya sibuk berbisnis nilai, ijazah dan gelar
Atau mungkin sarana informasi digital sudah sediakan mbah google dan Mas Artificial Inteligence
Mungkin juga zaman telah menggiring trending kepentingan hanya soal angka dan kata uang
4.
Pertanyaan lebih ramai di sosial media
dan perjumpaan langsung harian
Tentang pangkat dan jabatan bergengsi
Tentang hiburan kesukaan dan tokoh idola
Tentang kasus kriminal dan keburukan orang lain
Tentang harta kekayaan dan aneka tawaran kenikmatan selera
Tentang perdebatan agama, Tuhan serta Surga – Neraka
Tentang iri dengki dendam, perkelahian dan peperangan
Tentang apa dan siapa yang harus dikalahkan untuk dimakan
Tentang caranya menciptakan hoaks dan aneka kejahatan yang bisa menghasilkan uang
Mungkin inilah sosok wajah “zaman edan”
5.
Pertanyaan apa pun bentuk dan isinya
biasa terlahir dari pikiran dan kepentingan
Mengapa terlahir sebuah pertanyaan
Untuk apa dan siapa pertanyaan itu
Tentang apa dan siapa pertanyaan diciptakan
Entah dalam diri individu masing-masing
Entah dalam kehidupan keluarga
Entah dalam kelompok teman, komunitas suku budaya agama
Entah dalam profesi dan relasi lembaga
Entah dalam relasi ekonomi, sosial dan hukum
Apalagi dalam relasi kehidupan politik
Kualitas dan kuantitas pertanyaan
bisa mencerminkan apa dan siapa pribadi, kelompok dan masyarakatnya

