Simply da Flores
1.
Emosi rasa meleleh dalam kata
Kalimat mengurai kelana pikiran
Bait-bait melukis wajah nurani
Sajak, syair, cerpen, novel, buku
coba menenun sosok sanubari jiwa
Meski selalu disadari kemampuan bahasa terbatas
Katanya tulisan bisa tertinggal lama
tetapi ucapan segera berlalu sirna
2.
Para empu menulis kearifan hakiki
pada daun, batu, kulit dan kayu pilihan
pada lempengan tanah liat dan logam istimewa
Karena isi tulisan diyakini sarat makna
bahkan disertai mantra dan ritual sakral
Para suci mewariskan pesan Ilahi
dalam Alkitab dan buku mantra
karena isinya sabda semesta dan wahyu Sang Pencipta
Disimpan dan dirawat penuh hormat
Entah berapa yang bisa membacanya
Entah masihkah dipercaya zaman now
Hanya angin yang mengerti
3.
Para cerdik pandai berkarya
menghasilkan tulisan ilmiah dan akademik
dari berbagai survei dan penelitian
dengan bermacam metode dan pengkajian
untuk ungkapkan kebenaran realitas dan pengalaman
untuk ciptakan aneka sains dan teknologi canggih
sehingga kehidupan manusia semakin bermartabat dan berdaya guna
Namun
ada fakta miris terus terjadi juga
Kemalasan menggiring para siswa untuk menyontek
Jalan pintas menuntun generasi muda ‘copy paste’
Banyak orang dewasa membuat ijazah palsu
Ada yang demi gelar mentereng dan jabatan bergengsi
maka harus menipu dan membeli rekayasa
Kebenaran dan prinsip ilmiah digerus zaman
Pikiran dan harkat manusia di cengkraman selera
4
Kemajuan ilmu dan teknologi digital
membuat zaman baru bagi kehidupan
Publikasi di sosial media tawarkan banjir informasi
Pikiran waras digugat mencerna tulisan tersaji
Selera digoda tawaran kepuasan instan
Prinsip tulisan jadi tambah wajah kepentingan
Entah untuk prinsip dan harkat kehidupan manusia
Entah untuk lapar dahaga rohani jiwa
Entah untuk kekayaan intelektual manusia
Entah untuk efektifitas kehidupan sehari-hari
Entah untuk hiburan dan kenikmatan selera
Tak peduli batas umur manusia yang membaca
Semua dipermudah dengan sarana digitalisasi
Bagaimana keputusan dari setiap pribadi
untuk memilih dan menghidupi

