Simply da Flores
1.
Aku, engkau, dia
Kita ditakdirkan terlahir ke dunia
melalui peran kedua orangtua
Dalam tanya tanpa jawaban
Dalam keharusan tanpa pilihan
Dalam keistimewaan dan keterbatasan
Kita terlempar dalam ruang
yang membatasi jiwa raga
Kita terbuang dalam waktu
yang menyekat umur kita
Kita sama sekaligus berbeda-beda
dalam dinamika fakta dan misteri
sebagai tanya yang tak bertepi
2.
Aku, engkau, dan mereka
Kita hadir dengan jiwa raga
Kita hidup, karena bisa bernafas
Dari udara semesta kita menghirup
kepada alam kita menghembus
Darahku dan darahmu merah
Darah kita darah manusia
Semua manusia satu udara semesta
Semua kita satu darah manusia
meskipun berbeda asal orangtua
biarpun tak sama adat budaya
walaupun berbeda bahasa agama dan negara
Kita sesama saudara
3.
Aku, engkau, dia
Kita semua dibatasi ruang dan waktu
Raga menyekat diri dalam keterbatasan
Jasmani penjarakan pribadi dalam ketergantungan
Pribadi merangkul jiwa raga
dengan akal pikiran yang istimewa
Kita berbeda dari makhluk lain
tetapi sekaligus terbatas kemampuan kita
Kita memilih beragam profesi pekerjaan
Kita berbeda kemampuan sosial ekonomi
Kita terlahir, hidup dan mati
mengembara dalam tanya abadi
mencari makna dan jawaban pasti
4.
Kita manusia sesama saudara
terlahir dengan tanya abadi
datang dalam keterpaksaan dan keterbatasan
Hadir dalam ketergantungan mutlak
kepada sesama dan alam semesta
Maka
kita membawa keharusan kodrati
untuk saling melengkapi karena saling membutuhkan
Kita hanya bagian kecil alam semesta
Kita bukan pemilik dan penguasaan alam raya
Kita tak akan hidup tanpa mati
Mau jadi apa dan siapa diri kita
di tengah fakta dan misteri dunia?
5.
Kita ada dan terjadi
Kita sesama saudara di alam ini
bukan karena kita meminta terlahir
bukan karena kita memutuskan terjadi
Namun faktanya ada saat ini
dalam sejarah kehidupan manusia
sebagai bagian dinamika inkarnasi semesta
Entah untuk apa dan siapa
Entah oleh apa dan siapa
Maka hadir aneka kreasi pribadi
ada dan terjadi
sebagai warna-warni peradaban insani
untuk menemukan jawaban tanya asali
6.
Kita terlahir dalam tradisi
dengan perkembangan ilmu dan teknologi
dengan aneka bahasa dan adat budaya
dengan kondisi alam lingkungan berbeda
dengan waktu dan relasi yang tak sama
dengan kemampuan pribadi berbeda pula
Masihkah ada kasih sayang sesama saudara
Mengapa iri dengki perang bergelora
Di manakah kebenaran dan keadilan manusia
Mengapa banyak yang terlahir untuk lara menderita
Apakah semuanya rencana Sang Pemilik Semesta
7
Roda zaman terus berpacu
Energi waktu tak mampu diatur
Ruang kehidupan semakin sempit dihuni
Sumber daya alam terus diambil dikuras
karena kebutuhan manusia tak bisa ditunda
Makna ungkapan sesama saudara digugat
Damai, kebenaran, dan keadilan jadi utopi
Fakta pengalaman menantang jatidiri manusia
tentang jawaban atas hakikat pribadi
tentang relasi dengan sesama dan alam semesta
tentang prinsip dan nilai kehidupan
tentang tujuan terlahir dan setelah mati
Mengapa terlahir dan hidup di dunia ini?

