Simply da Flores
1.
Duduk di tepi samudra kenyataan
Kubuka halaman gelombang suka duka
kubaca debur ombak kisah cerita
Kuambil sehelai percik pena angkasa
untuk menulis ayat serpihan damba
Aku mau jadi apa dan siapa
dalam derap nafas ziarah kelana
2.
Derap catatan aneka memori berlari
berpacu pada hamparan irama waktu
Warna-warni suka duka silih berganti
pijar kreasi zaman dan warisan tradisi berkilau
Menguji pilihan keputusan diri pribadi
merangkai sosok wajah puisiku
agar jejak kelana nafasku berarti
3.
Harapan membelai wajah jiwa raga
dalam bentangan kanvas ruang dan waktu
Aneka kebutuhan mencakar fakta tanya
agar segera temukan jawaban baru
Bukan sesuai warisan kisah tradisi
tetapi menurut kemampuan diri saat ini
dan rindu damba yang menanti
juga mimpi-mimpi yang bersemi
4.
Harapan menjelma dalam kata dan angka
Arti dan makna diwariskan bahasa
Bahasa dilahirkan dalam kamus budaya
Semuanya kisah cerita sejarah manusia
Namun sering kenyataan hadir berbeda
Entah karena kepapaan jiwa ragaku
Entah karena peran sesama saudaraku
Entah keadaan alam lingkungan sekitar mku
Atau energi misteri yang tak bisa terjangkau
5.
Harapan adalah rindu damba setiap insan
Sering ada jarak antara harapan dan kenyataan
Biasa tanya tidak selalu temukan jawaban
Maka lahirlah cerita suka duka
dalam kelana setiap pribadi manusia
Mungkin harapan adalah syair abadi peradaban
Atau juga senandung irama kehidupan
untuk kita ikut dengarkan dan nyanyikan

