Simply da Flores
1.
Petir dan guntur menyibak angkasa
membelai ubun-ubun merayu pikiran
Lara derita nestapa merintih
mengelus sanubari dan rasa
Ombak gelombang menerjang hati sanubari menagih
Banjir lumpur bencana alam mengoyak raga
“Mari kembali pada fakta hukum semesta
Manusia hanya bagian kecil dari jagat raya
dan tergantung mutlak pada misteri alam ini
Tetapi
Manusia diberkati Sang Ilahi
sebagai citra-Nya dengan Nur Ilahi
untuk membagi kasih dan memberi cinta”
2.
Aku, engkau, dia
Kita semua sesama saudara
Kita semua sama
karena menghirup udara yang sama
karena sama darah manusia
karena sama terlahir dalam perberbedaan
karena sama tergantung mutlak pada semesta
Maka
“mari kita kembali pada jati diri
Kita terlahir dari Sang Ilahi
untuk saling menghormati dan melengkapi
dengan kasih sayang persaudaraan
Bukan iri dengki dan permusuhan
apalagi saling membunuh dan peperangan”
3.
Mari kembali ke dalam diri pribadi
seperti akar menukik ke alas pelataran bumi
agar bisa tumbuh meraih matahari
Zaman semakin canggih informasi
bisa membuka pikiran insani
Untuk semakin mengetahui dan mengenal diri
bisa jadi apa dan siapa
Dengan belajar memiliki pengetahuan dan keterampilan
memilih cara dan sarana berguna
memutuskan nilai dan makna harkat
menenun prinsip dan tujuan jiwa
Kita berharga karena bisa memberi dengan kasih
dan mampu berbagi dengan cinta
4.
Kita datang membawa mantra semesta
untuk memberi dan berbagi
Kita pulang hanya membawa amal tinggalkan nama
Maka
mari kembali bertanya pada nafas
“Siapakah aku saat ini”
Mari kembali bertanya pada detak jantung
“Apakah yang sudah dan sedang kulakukan saat ini”
Setiap hari adalah
menambah langkah mendekati ajal
menambah umur menghampiri kubur
Kita dibatasi ruang dan waktu
untuk ada dan menjadi
untuk bermakna dan berarti
untuk kembali kepada Sang Asali
5.
Apa sejatinya hidup ini
sudah dicatat jutaan defini pribadi
sudah ditulis beragam jawaban dalam tradisi
tak pernah sempurna tuntas selesai
Maka
mari kembali membuat jawaban pribadi
Entah untuk hari ini
Entah untuk besok dan lusa
Entah sebagai jawaban sejati lestari
hingga ajal membawa kembali
Sejatinya…
hidup itu ziarah kelana abadi
hidup itu tanya dan jawaban bersemi
hidup itu memberi dan berbagi
hidup itu dinamika ada dan terjadi
hidup adalah cerita perjalanan untuk kembali
Hidup ini fakta inkarnasi misteri
Hidup ini tarian abadi Sang Maha Misteri

