Simply da Flores
1
Air Mata di Tesso Nilo – Riau
Ada derai air mata mengalir
membasahi seragam bocah merah putih
membasuh wajah remaja putih biru dan abu-abu putih
Katanya sekolah harus berpindah lokasi
juga semua masyarakat akan direlokasi
karena kawasan mesti dikosongkan
sesuai rencana kebijakan pembangunan
Para pejabat katakan ada aturan hukumnya
kami hanya petugas pelaksana
sesuai kebijakan dari negara
Lalu,
para pendidiknya diam menjawab fakta hanya dengan derai air mata nestapa
karena mereka pun tak punya solusi pasti
untuk jeritan lara jutaan tanya menanti
dari para peserta didik penerus generasi
Entah apa nasib anak-anak dan keluarga mereka
para warga masyarakat di Tesso Nilo – Riau
Mungkin juga di wilayah lain tanah air
ketika menghadapi kebijakan negara yang sama
Hanya ada tanya lara nestapa
Entah untuk rakyat yang mana
Entah demi warga masyarakat yang mana
Mungkin hanya waktu dan udara
yang tahu pasti jawabannya
2.
Lara Derita di Tanah Papua
Lara tertulis di jiwa raga manusia Papua
karena kaya raya di tanah air mereka
Luka derita terukir di harkat martabat generasi Kasuari
karena buminya berlimpah sumber daya alam
Adat budaya yang unik
perlahan jadi serpihan puing-puing
Sejarah mencatat suka duka berjuang
merebut makna yang hilang terbang
“Kami ini apa dan siapa
di negara Indonesia dan bumi Pancasila
Sampai kapan harus lara nestapa
Apakah terlahir untuk sengsara menderita
di tengah kelimpahan alam tanah Papua
Ke mana lagi kami harus mengadu
Di mana lagi kami mesti mencari
Sampai kapankah balada ini sirna”
3.
Suara Masyarakat Adat Nusantara
Angin membawa terbang hilang
Suara masyarakat adat Nusantara
yang jadi fondasi bangsa Indonesia
yang jadi rahim hadirnya Pancasila
yang menjaga fakta perjuangan para pahlawan bangsa
Suara masyarakat adat Nusantata
yang diserukan dalam ritual mantra sakral
yang didaraskan dalam hening samadhi
yang ditulis dalam jiwa raga anak generasi
yang disampaikan dengan aneka media
Entah ke angkasa atau samudra
Entah didengarkan atau diabaikan
Entah bermakna atau dianggap sampah
4.
Maraknya Kriminalitas di Tanah Air
Yang usia muda tumbuh berharap
mendapat pekerjaan dan bisa mandiri
namun nyatanya banyak yang menganggur
dan terjerat kebingungan nasib serta aneka godaan sesat
Untuk halalkan segala cara
demi mengisi perut dan jawabi kebutuhan
yang tidak bisa ditunda
“Maraknya bisnis narkoba dan miras”
Yang sudah kerja banyak di-PHK
Angka pengangguran semakin bertambah
sedangkan aneka kebutuhan keluarga tak bisa ditunda
“Merebak judi dan prostitusi online serta kejahatan siber”
Yang kaya raya makin berlimpah harta
Yang miskin merana tambah sengsara
Inikah panggung sandiwara dunia
Apakah ini fakta Zaman Edan tiba
Mungkin hanya semesta yang bisa menjawab
karena kuasa pengadilan Sang Pencipta
5.
Kado HUT 80 NKRI
Sebentar lagi akan dirayakan HUT 80 NKRI
merdeka dari cengkran penjajah asing
Dan seluruh pewaris negeri ini
harus bekerja dan berdoa
untuk mengisi kemerdekaan meraih cita-cita
Indonesia adil sejahtera jaya sentosa
Sesuai maklumat Proklamasi NKRI
Seperti pedoman dasar Pancasila
Seturut Undang-Undang Dasar ’45
Dan seluruh wasiat amanah para pahlawan bangsa
bagi kita semua dan anak cucu penerus bangsa
Ada sejarah dinamika selama merdeka
suka duka, gagal berhasil silih berganti
Ramai di sosial media soal Ijazah Palsu Jokowi
entah sampai di mana ujungnya nanti
Kasus korupsi terus beranak-pinak dibanggakan
solusinya menanti wibawa penegakkan hukum
Eksploitasi sumber daya alam makin semarak
sedangkan lara derita rakyat pewaris terus terjadi
Antara kata janji dan sumpah pejabat negara
sering berbeda dengan pengalaman rakyat
Apakah ini semua jadi kado HUT ’80 NKRI?

