Simply da Flores
1.
Terkulai, Kering, Sirna
Hutan belantara gundul sirna
dibabat mesin digilas buldozer
Katanya demi pembangunan bangsa
sudah ada aturan hukum negara
Seperti di sini tanpa ada manusia
seolah tidak ada adat budaya
Katanya demi kesejahteraan rakyat dan bangsa
Apakah kami bukan warga bangsa dan rakyat negara?
Ribuan hektar hutan dibabat
roboh, kering, dan sirna
Bukan oleh kapak dan parang kami
untuk bangun rumah sederhana
untuk mendapat sagu dan hasil hutan
yang diwariskan oleh para leluhur
sekian generasi terlahir dan tinggal di tanah ini
Ke mana kami harus mengadu nasib?
2.
1000 Wajah Komunikasi
Bahasa para cerdik pandai luar biasa
Karena mereka bersekolah ke mana-mana
Alat komunikasi serba canggih
Mereka sahabat para pejabat negara
Mereka juga kawan pemilik dana
Mereka juga berteman para pemilik senjata
Jabatan tinggi dan kelas sosial kaya
Tinggal di kota dan rumah mewah
Katanya abdi negara dan pelayan rakyat
demi mewujudkan cita proklamasi
Bahkan sudah mengikrar sumpah jabatan
Kami rakyat jelata merana
selalu disebut sudah merdeka berdaulat
Pewaris bangsa dan tanah air negeri ini
Pemilik sah negara Republik Indonesia
Tetapi sering merana dalam tanya
karena banyak yang bodoh dan miskin
karena sulit bersuara menyatakan pendapat
karena tak paham bahasa politik dan pembangunan
karena tidak tahu hukum aturan negara
karena bingung menonton budaya korupsi
karena heran hukum terus dipermainkan
karena diterjang gelombang janji-janji politik
Mungkin kami tak paham komunikasi
Kata-kata berbeda dengan fakta pengalaman
3.
Sosok Dialog Semu
Ada yang tertulis di lembaran negara
dengan kata sakral demi harkat martabat bangsa
demi tegaknya hukum dan HAM
Meskipun wibawa hukum masih miris
Dan
diyakini semua rakyat taat dan paham
tak peduli berbeda latar pengetahuannya
atau nasibnya merana di depan hukum
“NKRI harga mati
Keadilan berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa”
Ada pidato di panggung politik
dengan aneka janji sebelum menjabat
Padahal berbeda setelah berkuasa
katanya semua ada aturan dan mekanismenya
Rakyat harus mengikuti prosedurnya
Dana pembangunan ada hak dan kewajibannya
Entah rakyat tahu dan paham atau tidak
“Ini Negara hukum dan HAM
Korupsi terus beranak-pinak dan dibanggakan
Politik dan bisnis mengatur hukum”
4.
Terus Ada dan Terjadi
NKRI menjelang HUT -80
banyak hasil pembangunan dicapai
di tengah derap zaman digital ini
Pejabat negara silih berganti
dengan program dan janji politik
Kebijakan negara di level nasional dan daerah terus dilakukan
Entah berkelanjutan dan bermanfaat
Entah sesuai sikon dan pejabatnya
Entah selesai atau mangkrak proyeknya
Rakyat mengalami dengan pasrah tak berdaya
karena kemampuan tak sejalan roda zaman
karena belum trampil berpartisipasi aktif
karena kepentingannya berbeda dengan pembuat kebijakan
karena ada di wilayah terluar dan terpinggir
karena sumber daya alamnya berbeda-beda
Mungkin karena berbeda diminati oleh pemilik modal
Angka dan kata deras bergelora
merumuskan kepentingan para pemiliknya
Roda zaman terus menggilas kita
Jurang yang kaya dan miskin semakin melebar
Iptek digital menerobos sekat ruang alam dan budaya
Nilai dan prinsip berinovasi dalam kepentingan
Mungkin yang berjaya pemilik modal
sebagai tuan atas sumber daya alam semesta
sebagai Tuhan atas sesama manusia
Entah mengapa dan sampai kapan?

