Simply da Flores
…
1.
Aku adalah putra surya
terus membara membakar semesta
Aku adalah putri cahaya
selalu bersinar menerangi jagat raya
Hadirku tidak pemah meminta
Adaku tak pernah bertanya
Kujalani saja semua apa adanya
Lalu…
Aku bertanya kepada kalian semua
Apa dan siapakah dirimu manusia?
2.
Engkau menyebut aku sabana
berkelana di padang belantara
di lembah dan bukit aku mengembara
Tak peduli musim silih berganti
bersahabat debu tanah onak duri
Dan
aku tak ingin jadi api
aku tak mau jadi puing dan arang
atau berharap jadi bulan dan bintang
serta pindah ke angkasa dan matahari
Kuhadapi saja semua yang ada dan terjadi
3.
Ketika hujan datang memandikan
wajahku menjelma hijau dan menyejukkan
Saat terik menikam tubuhku
senyum tawaku kuning menggoda
Waktu angin sepoi atau badai datang
aku menyapa ramah dan menyambut tenang
Tetapi
sering ada tanya yang mengusik
ketika ditimbun sampah manusia
ketika jadi korban nafsu keserakahan insani
4.
Aneka burung biasa beterbangan
entah sekadar bercanda atau mencari rezeki
Margasatwa berkeliaran pergi datang
dalam tarian berantai gembira senang
Sering ada kreasi insan bernalar
membakar, menggusur, dan menghacurkan
dengan aneka alasan dan kepentingan
Dinamika perubahan silih berganti
selalu ada dan terus terjadi
Mungkin itu anomali kepapaan insani
5.
Cinta itu bahasa manusia
karena mereka miliki jiwa raga
Tetapi…
sejatinya mereka lapar kasih sayang
sesungguhnya mereka dahaga persaudaraan langgeng
Dan
dalam lapar dan dahaga abadi
manusia mengingkari harkat diri pribadi
melupakan relasi dengan alam ini
Dan
sering berontak dalam sepi iri dengki
6.
Aku melukis makna cinta sejati
seperti energi kodrati jagat ini
Bahwa setiap unsur semesta bernilai
jika hadir untuk memberi
jika ada untuk berbagi
jika bermakna dengan menjadi
Bukan
menuntut, mengambil dan memiliki
demi kepuasan dan selera diri pribadi
Dan
manusia harus memutuskan dan memilih
mau jadi apa dan siapa
sebagai fakta dia melakukan cinta
7.
Lukisan cinta isi alam semesta
sering berbeda dengan cinta bahasa manusia
Kisah cerita hukum alam raya
tak sama dengan kata-kata manusia
Apakah manusia bukan unsur alam semesta
Apakah nalar pikiran manusia bukan bagian alam raya
Dan
manusia maupun seluruh isi alam raya
Adalah wujud nyata tarian Sang Maha Cinta
Tetapi
belum tentu dimaknai kesadaran manusia
Entah mengapa?

