Simply da Flores
…
Kudengar ada banyak suara sumbang
Mempertanyakan, mencemooh, dan mencaci maki diriku
Tapi tak kulihat pembicaranya
Lalu terasa menyerah rasa sanubari
Kulihat wajahku pucat lelah
tak seperti kemarin dan biasanya
Mengapa demikian sikap mereka?
Aku coba membasuh muka
lalu rapikan rambut dan hiasi diri
agar tidak terlihat kotor menjijikan
Namun,
aura wajahku masih kusam letih
redup tak ceria hari ini
Aku ke dapur
membuat minuman hangat
coba menikmati dengan beberapa potong kue
Jangan-jangan tubuhku lapar
sehingga terlihat pucat pasi galau
Ketika kembali aku berkaca
terlihat memang ada sedikit perubahan di wajah
Namun…
rasaku ternyata belum pulih bersemangat
Mengapa aku hari ini
Ada apa dengan diri pribadiku
Mungkin aku perlu mengubah suasana
Atau perlu pergi berbagi kisah dengan sahabat
Kembali aku berkaca
kutatap wajahku lebih teliti
Aku berjalan ke dalam nurani sanubari
Pikiranku perlahan menyadari problemaku
Ternyata bukan tubuh yang lelah
Namun
banyak yang galau di nalarku
Ada banyak ganjalan dalam pribadiku
Aku kehabisan energi nurani sanubari
Aku rupanya melalaikan diri sendiri
Aku lebih ingin mengatur orang lain
dan sudah menghabiskan banyak energi pikiran
agar menjadikan mereka seperti kehendakku
Banyak agenda dan cara berpikir
disedot untuk pihak lain
Aku salah berpikir tentang sesama dan diriku
Aku ternyata lelah dan galau
sering mengabaikan diri pribadiku
Aku salah berpikir tentang lawanku
Aku terasing dan abaikan pribadiku
Ternyata…
semestinya aku harus melawan diriku sendiri
seharusnya aku menata sosok pribadiku
agar jadi semakin baik
Lebih baik dari kemarin
Ketika aku kembali berkaca
ternyata wajahku kembali bersinar
setelah bisa menemukan diriku sendiri
Aku ingin peduli pada pribadiku
“Aku harus terus jadi lebih baik
tanpa perlu bertanding dengan siapa pun
Aku harus memutuskan mau jadi apa dan siapa”

