Simply da Flores
1.
Dua gunung api batuk marah
Gunung Lewolobi dan ile Leotolok
Api dimuntahkan dan lahar membara
Debu beterbangan membubung
lalu dibawa angin menutupi wajah dan alam
Entah ini teguran alam semesta
Entah ini kemarahan penjaga alam
Entah ini peringatan para leluhur
kepada semua manusia yang hidup
Fakta bencana alam dan misteri
dokumensi terlihat dasyat dan ngeri
Mengapa semua ini terjadi?
2.
Alat ciptaan manusia berfungsi
bisa mendeteksi dan merekam bencana alam
Namun
tak satu pun mampu menghentikannya
Gunung api membara bergelora
hancurkan alam lingkungan
juga kebun ladang dan sarana kehidupan
Ada yang sakit dan juga meninggal
Tak tahu kapan berhenti atau meletus lagi
Doa dan ritual pun belum terkabul
Entah mengapa dan sampai kapan?
3.
Ketika bencana gunung api membara
Perang pun berkobar antar negara
dengan aneka cara dan senjata
karena berbagai alasan pembenaran
Entah demi gengsi pemimpin negara
Entah karena membela nafsu selera
Entah jadi ajang adu kekuatan
Entah demi perdagangan senjata
Entah untuk menjamin harkat martabat
Media sosial membuat aneka informasi
sesuai kepentingan dan pendapatnya
Para pemirsa pun terkotak-kotak
ada yang mendukung perang
ada yang diam ketakutan
ada yang berdoa memohon damai
4.
Saat melihat publikasi gambar dan kata
kobar bara api bencana alam
sungguh tak sebanding dengan kobar senjata perang
Namun….
sepertinya alam sedang marah mengingatkan manusia
Mengapa ikuti selera dan kebodohan
“Dalam setiap perang terjadi
Kalah jadi abu, menang jadi arang”
Manusia dan harta benda dikorbankan
Tak ada perang lahirkan damai
Tak ada perang ciptakan harmoni
Tak ada gengsi nafsu kuasa
lahirkan persaudaraan dan kesejahteraan
Sejarah peradaban telah mencatat dan mengingatkan
agar manusia bijaksana sadari hakikat sejati kehidupan
5.
Kobar api bencana gunung meletus
Bara nyala menghanguskan ribuan hektar hutan
Ganasnya nyala membakar pemukiman
Rupanya tidak menyadarkan para pemegang kekuasaan
Tetapi,
berbagai alasan pembenaran diri dan kelompok
tetap menciptakan aneka senjata canggih
Lalu terus dikobarkan permusuhan dan perang
Apakah mereka membela harkat martabat kemanusiaan
Adakah ini demi perdamaian dunia
Sampai kapan para penguasa berperang
dengan kepentingan politik dan bisnis
dengan argumentasi kemanusiaan dan damai
Bahkan perang atas nama kebenaran agamanya
Ataukah ini kehendak kreasi Sang Maha Misteri?

