Simply da Flores
…
1.
Keadilan mengembara dari zaman ke zaman
diperebutkan dan melahirkan jutaan kisah cerita
Tergantung siapa yang mengatakannya
untuk apa dan siapa dikatakan
Dan
seperti apa dan siapa didefinisikan
Bahkan
Keadilan sendiri jadi bingung galau
mengenal diri sebagai siapa atau apa?
2.
Sebenarnya keadilan itu sederhana
Hanya keseimbangan hak dan kewajiban
dalam diri setiap pribadi
Keadilan itu aku, engkau, dan kita
Bukan siapa-siapa
Dan
keadilan paling nyata adalah, ketika menjamin hak sesama saudara
Tak peduli hak pribadiku dijamin atau tidak
Karena
apa yang ditabur, itu yang tumbuh dan dituai
3.
Hari ini…
Keadilan mengembara siang dan malam
Dibakar terik mentari berlari
dicengkraman gelap gulita mengembara
Tubuh terluka parah
Wajah penuh debu gelandangan
Nasib sebagai pengemis tak berdaya
Bahkan
sering diusir, diludahi, dan dikucilkan
Dalam setiap rumah keluarga
Dalam komunitas adat budaya dan agama
Dalam lingkungan ekonomi dan politik
Dalam ruang hukum dan kebijakan
4.
Keadilan itu
hampir tidak mempunyai tempat berteduh
hampir tidak mempunyai sosok wajah
hampir tak ada arti makna
Bahkan
Sering terkulai nestapa di tumpukan sampah dan selokan tengik mampet
Keadilan jadi sahabat cacing, kecoa, dan comberan busuk
Dihindari setiap pribadi tamak dan buta jiwa raga
Apakah probadiku peduli dan menyadarinya?
5.
Keadilan adalah kata-kata tanpa makna
Keadilan adalah sosok tanpa wajah
Keadilan adalah deklarasi kemunafikan manusia dan keterasingan insani
Bahkan
sering dijadikan kata-kata tameng atas kejahatan
oleh pribadi tamak dan jiwa raga buta
6.
“Keadilan berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa”
Sudah biasa menjadi pembungkus kejahatan
dan tameng aneka penindasan
karena keserakahan nafsu pribadi atau kelompok
Sejatinya
Keadilan ada dan berwujud
ketika disadari dan berakar dari dalam jiwa raga pribadi
karena menyatu dengan Sang Ilahi
Bukan dituntut dan ditagih
dari siapa pun dan atas nama selera dan kekuasaan
atau harta benda dan senjata
7.
Menanti hadirnya Sang Ratu Adil
entah kapan dan di mana
entah seperti apa dan siapa
terus dipertanyakan, dicari dan dinanti
Padahal…
Sang Ratu Adil selalu hadir
menjelma dalam segenap ciptaan semesta
berinkarnasi dalam setiap pribadi
8.
Hakikat keadilan itu
terus menyapa dalam setiap desah nafas
selalu mengalir dalam aliran desir darah
Agar bisa dinyatakan dalam prinsip sanubari dan nurani
Agar
mau dijadikan panduan kesadaran nalar
Agar
menjadi energi dalam kata dan perbuatan
Oleh aku, engkau
dan kita semua
sebagai Putra Fajar dan Putri Mentari

