Simply da Flores
…
1.
Berbicara atau memilih diam
Atau bicara dalam diam
adalah aktivitas normal setiap manusia
karena diperintah oleh keputusan pikirannya
Ada alasan untuk berbicara atau diam
Kapan bicara dan diam
Bicara apa kepada siapa?
Bagaimana kalau bisu dan tuli?
2.
Ketika sukacita dan bahagia
dialami dan jadi bagian jiwa raga
Ada banyak kata dan kalimat
akan ke luar dari diri pribadi
untuk ungkapkan segala rasa
untuk nyatakan arti dan makna
untuk berbagi dan diekspresikan
Sebaliknya
saat lara nestapa, karena duka derita
juga ada kata dan kalimat terucap
ada jeritan dan ratap tangis terjadi
Entah dipedulikan atau tidak
Entah didengarkan dan ditanggapi atau diabaikan dan ditinggalkan
Setiap pribadi mempunyai keputusan untuk bicara atau diam
3.
Ada seruan dan ajakan diungkapkan
“Jangan diam, bicaralah lantang
Katakanlah benar, jika benar
Katakanlah salah, jika salah
Ungkapkan pengalaman lara derita nestapamu”
Namun,
banyak yang diam dan bungkam
Entah karena tak mampu mengatakannya
Entah karena terancam dan tertindas nyawanya
Ternyata …tidak gampang bicara
4.
Lalu pada kondisi berbeda
ada ungkapan yang menyarankan
“Jangan bicara, diamlah
Selamatkan nyawamu dengan diam
karena bicarakan kebenaran pengalaman derita laramu
Akan dijawab dengan kekerasan dan akibatnya kematian”
Fakta sejarah mencatat kisah tragis
banyak yang mati dalam bungkam
oleh kejahatan dan ketidakadilan dari mereka yang kuat berkuasa
dengan senjata, uang dan kesombongan
Apakah terlahir untuk jadi korban kejahatan?
5.
Mungkin ada cara dan jalan lain
“Jangan bicara, jangan diam
Bicaralah dalam diam dengan doamu”
Namun
ada catatan, bahwa di hadapan ketidakadilan dan aneka kejahatan
Sepertinya doa dan segala ungkapan batin dalam diam itu hampa
“Allah sudah mati, dan tidak mendengarkan doamu”
Demikian tulisan galau seorang filsuf
ketika saksikan kematian orang lemah tak berdaya
karena kejahatan kekuasaan dengan senjata
Sepertinya doa itu sia-sia…
Di manakah Allah?
6.
Fakta pengalaman silih berganti
Ada suka dan duka
ada kebenaran dan kejahatan
Semua terjadi oleh keputusan manusia
Ada kata-kata bijaksana dan caci maki
Ada sumpah sakral dan serapah hujat kutukan
Ada doa penuh syukur dan kerendahan hati
ada juga ritual gelap untuk mematikan
Maka …
haruskah diam menahan lara derita penindasan
Di manakah kekuatan diam dan bicara dalam doa pasrah
Ke manakah mesti membela hidup dari aneka kejahatan dan ketidakadilan
Kepada siapa mesti mengadu dan minta pertolongan
Benarkah “diam itu emas?”
Hirup itu fakta dan misteri?
7.
Kelana manusia dalam sejarah
terus mencari tajam dan kuatnya suara
untuk menegakkan kebenaran hakiki
Ziarah insan dalam putaran waktu
mendambakan saktinya diam dalam doa
untuk mengalami tegaknya keadilan asasi
Namun,
fakta melukis hitam putih silih berganti
pengalaman menulis warna-warni aneka kejadian
Yang menggugat misteri manusia
Yang mempertanyakan warisan tradisi
Yang menghentak misteri peradaban
Yang mengulik makna nilai dan iman
Yang merajut galau jiwa raga
atas misteri pribadi di hadapan Sang Maha Misteri
Lalu
setiap orang bebas membuat keputusan jawaban bagi dirinya
Diam atau bicara…
Atau bicara dalam diam dengan doa?

