1.
Detik-detik harapan menikam jejak kaki
menusuk seluruh bagian tubuh
agar berlari meraih kebutuhan
meskipun tidak semua bisa digapai
Menit-menit jarum menjahit desah nafas
seakan bisa menahan derap roda waktu
Aku tertipu bunyi, kata dan angka
seolah-olah pasti bisa mengurung laju mentari
untuk menulis seluruh isi jagat semesta
dengan penampilan cahaya misteri
jadi jutaan halaman buku sabda abadi
2.
Jarum jam angka dan kata
terus yakin menyekat ruang
dalam almanak dan kalender
Entah kalender tahun Masehi
Entah kalender tahun Hijriah
Entah kalender tahun budaya lainnya
Dan
warisan tradisi melukiskan sejarah
adat budaya meneruskan keyakinan
ilmu pengetahuan mengajarkan teori dan kebenaran
Agama mengharuskan beriman dan beribadah
Padahal manusia dipermainkan keabadian waktu dan tak bertepinya ruang
3.
Roda waktu terus berderap lari dalam hukumnya
tak mampu dijerat kata dan angka yang terbatas
Ruang tak berhingga selalu bersemi
tak pernah bisa dijangkau debu realitas manusia
Manusia terus berkreasi dan berinovasi
mencatat sejarah dan kembangkan iptek
Tetapi
kenyataan berkata lain tentang kemampuan pikiran terbatas
Tetapi pengalaman menegaskan ketakberdayaan insani
Tetapi alam jagat raya tersenyum ingatkan
manusia cuma bagian kecil realitas semesta
4.
Hitungan hari dan Minggu berjalan
terlahir deretan bulan-bulan kalender
Tahun silih berganti pergi datang
dalam keyakinan mampu mengatur roda waktu
Ternyata
manusia justru digilas irama waktu
terus berubah mengikuti hukum semesta
Terlahir, hidup dan pasti mati
selalu dalam dinamika inkarnasi misteri
Ternyata dalam jejak kelana melintasi ruang
tak pernah tuntas menjelajahi semuanya
meskipun yakin dan ingin ke mana saja
termasuk berkelan dalam pikiran berimajinasi
atau berselancar dengan sarana digital
sehingga menelan waktu dan menghabiskan ruang

