1.
Tidak ada pohon Natal berkilau megah
Tidak ada lagu dan instrumen Natal bergema
Tidak ada paduan suara mempesona
Tidak ada gedung megah, ruangan ber-AC dan pernak pernik hiasan indah Natal
Tidak ada ornamen kandang Natal istimewa
Tidak ada pakaian mahal dan aroma wewangian parfum
Tidak juga tersedia deretan kue dan hidangan lezat Natal
Hanya ada wajah lusuh galau
banyak yang tak mandi berbaju seadanya
bahkan ada yang dekil berlumpur
Beberapa obor bernyala di senja remang itu
di bawah rindang pepohonan dekat tenda pengungsian
Mereka beribadah rayakan Natal
dijaga beberapa aparat keamanan
karena takut dibubarkan oleh yang tak suka
Seorang pemimpin ibadah tampil berkhotbah
dan satu umatnya coba merekam di handphone untuk konten di sosmed
2.
Tanpa sound system beliau lantang bersura
Renungan saya ini berjudul “Seandainya Ada Revolusi Natal 2025”
Pasti ada pohon kesadaran berkilau megah
Pasti kemanusiaan yang adil beradab sebagai lagu dan instrumen kehidupan bergema
Pasti ada paduan suara keadilan dan kejujuran mempesona
Pasti hilang korupsi dalam ruangan setiap pribadi pejabat agama dan negara
Pasti ada program kehidupan bergizi di seluruh negeri
sehingga hilang stunting, pengemis, gelandangan, kemiskinan dan pengangguran
Tidak ada aroma keserakahan dan manipulasi kewenangan
Tidak ada penggusuran dan pencaplokan tanah rakyat
Tidak ada pembabatan jutaan hektar hutan untuk perkebunan dan pertambangan
Tidak ada bencana banjir longsor dan kerusakan alam lingkungan
Tanah air ini sesuai cita-cita proklamasi NKRI
Rakyat bangsa semakin sejahtera mandiri dan damai
3.
Mari kembali pada kisah cerita Natal
seperti tertulis dalam Injil Suci
yang sudah diterjemahkan dalam aneka bahasa insani
yang sudah dibacakan berkali-kali
apalagi dikhotbahkan para pewarta dan tokoh Gereja
Ternyata ada kreasi dan inovasi
yang sudah terjadi berulang kali
lalu diyakini sungguh hebat dan suci
Demi kemuliaan Allah di Surga
Untuk keagungan bayi Yesus yang miskin papa
Untuk makna sakral palungan, kandang hewan dan malam sunyi gelap gulita
Untuk menghormati perempuan Maria dan lelaki Yosef
Untuk bersolider dengan para gembala yang sederhana, heran, bahkan ketakutan
Untuk ungkapkan iman dan syukur kepada Karya Keselamatan Ilahi
Benarkah demikian adanya hakikat Natal?
4.
Seandainya ada Revolusi Natal 2025
Mari kita tanyakan hal berikut ini
Apakah Yesus, Maria, Yosef setuju dan bangga
dengan gemerlap kreasi dan pesona inovasi sepanjang sejarah zaman
Adakah para gembala itu mau hadir dan terlibat
dalam ibadah dan perayaan Natal sampai sekarang
Berapa jumlah orang miskin, gelandangan, stunting dan rakyat jelata di negeri ini dan di dunia
Berapa jarak antara kandang Betlehem dan pribadi kita dengan semua bentuk perayaan Natal sekarang
Di manakah makna perayaan peristiwa Natal yang sejati
Apakah masih ada hubungan dengan kisah kelahiran bayi mungil di kandang Betlehem 2000 tahun lalu
Ataukah kreasi dan inovasi sepanjang sejarah ini
telah hasilkan milyaran kisah Natal baru
sesuai selera dan kepentingan setiap pribadi
sambil membacakan kisah cerita usang
untuk menghujat kejadian sebenarnya
Jangan sampai semuanya hanya “Natal tipu-tipu”
5.
Seandainya ada Revolusi Natal
pada kesempatan perayaan tahun 2025
Ketika tanah air dilanda bencana alam dan bencana kemanusiaan
Ketika dunia dilanda krisis, kemiskinan dan perang
Maka ada tindakan radikal terjadi
Semua kembali ke kisah sejati dan makna hakiki
yang tertulis tentang kelahiran bayi mungil di kandang Betlehem
Dan
Para tokoh agama pengikut Yesus Kristus itu
tidak berpakaian mewah berkhotbah di ruangan ibadah megah
tetapi turun perintahkan umat yang berkelimpahan harta dan berkuasa
untuk segera menjumpai sesama yang lara menderita di sekitarnya
untuk membagi jiwa raga kemanusiaan
karena mereka adalah sesama saudaranya
Tidak ada perayaan dengan pernak pernik mewah berkilau
tetapi semua uang digunakan bagi para pengemis, gelandangan dan korban bencana
Tidak ada lagu Natal gegap gempita di rumah ibadah dan ruangan publik
tetapi ada ratap tangis dan suara solidaritas sapaan ramah
kepada yang berduka di tenda pengungsian dan pondok reot dusun sunyi
Tidak ada khotbah kemunafikan dan diplomasi keserakahan para pemimpin
untuk menghentikan perang dan aneka konflik
tetapi pelaksanaan hukum beradab dan tindakan keadilan bagi kemanusiaan
Tak ada pohon Natal, sound system canggih dan gemerlap hiasan di kandang Natal
Tetapi
parade misteri solidaritas kemanusiaan hakiki
dan kasih sayang sejati sesama saudara
6.
Seandainya ada Revolusi Natal
Tidak terjadi kehidupan mewah dan kesejahteraan para pemimpin Gereja dan pejabat publik Kriten
di antara mayoritas umat yang miskin lara nestapa
Apakah Yesus Kristus yang disembah dan diwartakan
lahir di istana megah dan hidup berkelimpahan
Apakah Maria dan Yusuf adalah konglomerat dan pejabat berkuasa
Apakah para gembala adalah pasukan tempur dengan senjata canggih
Apakah kandang Betlehem adalah gedung megah dan ruangan ber-AC
Berapa jumlah uang untuk pernak pernik dan pohon Natal
dibanding air mata dan nasib korban bencana di hutan serta tenda darurat pengungsian
Berapa harga pakaian mewah, perhiasan, parfum dan aneka hidangan Natal
dibanding ketakpastian nasib para pengemis, gelandangan, pengangguran dan korban bencana serta pengungsi perang
Apakah bacaan teks kisah kelahiran Yesus Kristus
sungguh sadar dipilih dan diperdengarkan saat ibadah Natal?
7.
Seandainya ada Revolusi Natal 2025
Sejarah dunia akan berubah total
karena kreasi dan inovasi segenap pengikut Yesus Kristus jujur
karena makna hakiki Natal dan amanat sejati kelahiran Sang Bayi Sabda Allah disadari kembali
sehingga ada pertobatan pribadi dan lembaga
karena Sabda Ilahi kembali dihayati
bukan pengabadian selera insani
Karena Natal adalah tindakan solidaritas hakiki harkat martabat manusia
bukan pesta pora selera dan kreasi keserakahan zaman
untuk melanggengkan hujatan kepada Sang Maha Cinta dan Sang Maha Rahim
Gema panggilan semesta terus bergaung gugatan kasih Ilahi selalu menghentak jiwa raga pribadi
Antara kata yang mengaku beriman kepada Yesus Kristus
dan cara berpikir waras dengan kreasi
serta tindakan inovasi nyata dengan hati nurani bening dan jiwa sanubari tulus
“Apa yang kamu lakukan kepada saudara dan saudariku yang paling hina ini, kamu lakukan kepada-Ku
Hukum-Ku hanya satu, yakin Cinta Kasih,
bukan pesta pora dengan kemewahan sarana”
Rekaman video khotbah sang pemimpin ibadah
diposting di alam gaib dan media sosial
sebagai maklumat Natal 2025
Entah apa tanggapan penonton dan umat yang merayakan Natal

