1.
Langkah kaki mengajak berhenti
menyapa angin di bawah rindang pepohonan
Keringat perlahan rehat berlari
dipeluk raga yang rapuh galau
Aku telah berkelana mengejar waktu
mengais cahaya antara bayangan damba
Ternyata harapan tak sesuai kenyataan
Pikiran tak mampu menangkap gebyar gemerlap
antara layar gadged dan fakta pengalaman
Mungkin perlu rehat dan pulang sejenak
menengok nurani dan sanubari
yang terkulai terkapar lara
karena sering ditinggalkan saat berkelana
Sering terlupa tentang apa dan siapa aku
2.
Sepoi angin pejamkan mata
raga tersandar di kokohnya beringin
Aku pulang ke rumah pribadi
sejenak hening terkulai dalam lelap
Beringin mengajakku melihat akar-akarnya
lalu menaiki dahannya melihat rimbun daunnya
Saat di pucuknya menjulang tinggi
Dibisikan pesan penuh makna
“Sedalam akar aku menukik bumi
setinggi itulah pucukku menjulang
Selebar akarku mengusuri tanah
sedemikian juga dahanku membentang
Hijau daunku ikuti musim berganti
karena diberi makan keikhlasan debu tanah”
3.
Nyamuk-nyamuk nakal bernyanyi
menggoda telinga setelah mengisap darahku
Aku terbangun melihat sepinya hari
senja berjalan menuju samudra
gulita malam datang menghampiri
Aku mulai sadar ragaku lelah lapar
semestinya segera mencari sarapan
kenyangkan perut puaskan dahaga
agar bisa saksikan tarian gulita
Mungkin ada bulan bicara
dan cerita jenaka bintang-bintang
atau tarian kunang dekat rimbun pepohonan
Malam ini aku coba diam hening
galau pikiran kuajak rehat samadhi
Ingin kuajak sanubari bicara
dan sejenak bercakap dengan nurani
tentang jejak langkah kaki berkelana
4.
Dalam diam hening menyendiri
ternyata melewati malam seperti sepoi angin
Adzan subuh telah bergema
dan lonceng gereja menyusul berdentang
Hari baru segera datang lagi
Kutunggu menyaksikan fajar pagi menyingsing
Embun tersenyum ceria di dedaunan hijau
Burung-buring menari dan bernyanyi ceria
mereka memanen rezeki tanpa menabur
Aneka kembang liar indah pesona
tanpa menenun dan memintal
Cahaya fajar hadir tanpa membedakan pribadi
selalu datang untuk semua makhluk
Apakah aku harus terus berlari mencari
tinggalkan diri mengejar mimpi?

