1.
Kawanan burung pipit bersukacita
Terbang di antara rerumputan hijau
dipeluk pijar cahaya pagi ceria
disapa senyum butiran embun berkilau
Mereka memanen rezeki meski tidak menanam
Telapak petani sahaja melangkah
digendong kerikil dan debu jalanan setapak
membawa rindu damba pasrah
datang menabur benih harapan di ladang
Yakin memanen cinta di ujung musim
Karena bumi tumbuhkan doa yang ditanam
Karena percaya langit siapkan panen
pada ayat-ayat pasrah di setiap petak
2.
Burung camar bermain ombak
tak pernah pelihara ikan dan udang
tetapi yakin pasti diberi makanan lezat
oleh bunda samudra yang pemurah
Anak-anak bermain di pasir pantai
menulis mimpi dengan jejak telapaknya
Taburkan cita-cita pada debur ombak
agar nanti dibawa angin meraih angkasa
sehingga nanti memeluk berkah saat hujan datang
Terik mentari membakar raga nelayan
ada yang menyulam jala siapkan umpan
ada yang menyibak gelombang semaikan mantra
agar diberi ikan bagi nasib keluarga
karena bunda samudra penuh kasih
3.
Waktu diburu oleh keharusan
jemari tangan sudah diikat aturan
Pikiran dipasung target pekerjaan
Demikian para buruh pasrahkan jiwa raga
karena asap dapur keluarga dipertaruhkan
pada sistem produksi milik para pengusaha
Pasar dan sistem produksi memutar nasib
tak ada pilihan selain kepatuhan
pada zaman yang telah berubah
dari adat tradisi kampung jadi modern milenial
Di bawah meja para pemodal
nasib memungut remah kecanggihan kuasa
untuk dibawa pulang jadi berkat
4.
Para pemulung mengais harkat di tong sampah dan jalanan
Para pengemis menadahkan tangan pada angin
agar nafas masih bisa tersambung
Para tokoh agama laksanakan ibadah dan ritual sakral
meskipun banyak tanya yang tak mampu dijawab
Para tokoh adat budaya taat
jalankan upacara warisan para leluhur
entah karena sadar atau hanya dicengkram takut kewajiban
Para cerdik cendekiawan berjibaku
hasilkan aneka ilmu dan teknologi
Para penguasa dan pemodal bersahabat
ciptakan sistem dan menulis sejarah
Dunia memang panggung sandiwara
ada lakon yang dipilih sendiri
tetapi banyak peran yang terpaksa dijalankan
Kemanusiaan dan peradaban seribu wajah
harkat martabat jadi madu dan racun
dalam roda waktu dan sekat ruang

