1.
Kami tidak pernah meminta terlahir di tanah ini
dengan orangtua leluhur yang demikian
dengan alam lingkungan yang seperti ini
Kami juga tidak menyuruh tali pusar dan darah tumpah terkubur di tanah ini
dengan warisan tradisi adat budaya ini
Pengalaman nyata ini semua tanya dan fakta
Ini semua ada dan terus terjadi
Entah karena hukum alam semesta
Entah karena doa orangtua dan rindu damba leluhur
Ataukah kejahatan tangan asing dan wajah bertopeng?
2.
Kenyataan tanya ini terus tumbuh beranak pinak
Terpatri dalam adat tradisi ribuan tahun
mengukir zaman dan melukis sejarah
Kami telah jadi apa dan siapa
oleh adat budaya dan tanah air ini
Waktu menoreh kami hadir sekarang
Namun
saat ini semuanya tragis berubah
karena yang berkuasa dan bermodal datang
Tempat sakral kami dibabat dan digusur
Rumah adat kami dibongkar atas nama hukum
Tanah warisan kami dicaplok dan kami diusir
Bahkan bencana alam dasyat datang menerjang
Apa salah dan dosa kami
Benarkah ini karena cuaca pancaroba?
3.
Kami tinggal di lembah yang selama ini nyaman
Kami bersahabat dengan sungai, hutan dan gunung bukit
Kami menganyam kehidupan dari kemurahan alam lingkungan
Kami memohon dan berucap syukur
dengan ritual adat budaya leluhur
Tetapi…
hari ini kampung adat kami diobrak-abrik
Rumah adat kami dieksekusi atas nama hukum
Hutan di gunung bukit digundulkan atas nama investasi dan proyek strategis nasional
Ribuan hektar dikoyak demi pertambangan dan pembangunan nasional
karena diberi izin dan dilindungi hukum negara
Kami diterjang becana dasyat
Inikah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?
4.
Kepada lumpur dan banjir ganas
kami hanya tersisa sepenggal nafas
dan serpihan puing tanya
Apakah kami bukan warga negara
Apakah NKRI merdeka untuk para pemodal
Siapakah rakyat dan pewaris bangsa ini
Jawabannya tumpah darah kami hilang lenyap
Sanak saudara kami mati merana
Entah karena dibungkam dan dibunuh penjahat
Entah harus jadi tumbal pembangunan
Entah takdir harus jadi korban aneka bencana alam
Dan
kami hanya galau merana
dengan jawaban yang tak pasti
untuk mendapat giliran mampus dan mati
“Derita duka lara di tanah tumpah darah”

